BijakFun

Inklusiv Warung, Restoran Baru di Canggu dengan Mayoritas Staf Tuli

Sesuai dengan namanya, Inklusiv Warung menjadi restoran inklusif bagi teman-teman Tuli yang berkunjung ke Bali.

47  views

KamiBijak.com, Hiburan – Sebuah restoran di Canggu, Bali menjadi tempat makan yang memiliki konsep unik dan inklusif. Penilaian ini terlihat dari sambutan hangat stafnya yang sebagian besar adalah orang Tuli.

Diluncurkan pada 15 Agustus, Inklusiv Warung adalah sebuah kafe sekaligus restoran dengan warna konsep bangunan pelangi yang bertujuan untuk mengisi kesenjangan inklusivitas terhadap orang-orang yang memiliki kemampuan berbeda di daerah tersebut.

“Gagasan untuk membuka Inklusiv Warung muncul pada tahun 2017. Ini adalah proyek kami untuk memberdayakan masyarakat minoritas,” ujar Gunn Wibisono, yang ikut mendirikan restoran tersebut bersama rekannya, warga negara Belanda Hans de Waal, dilansir dari Coconuts.co.

Dengan latar belakang psikologi sosial serta tertarik dengan isu-isu kesenjangan di Indonesia, membuat Gunn menyadari sepenuhnya perjuangan agar sesama kelompok minoritas, salah satunya kaum disabilitas agar dapat diterima di negara ini.

Inklusiv Warung merupakan bagian dari resor pasangan De Moksha. Pasangan itu baru-baru ini membuka restoran LowCal yang sadar akan kesehatan di Canggu, di mana mereka juga memperkerjakan staf Tuli.

Salah satu latar belakang dibangunnya Inklusiv Warung ini karena komunitas Tuli di Indonesia masih berjuang untuk mendapatkan hak-hak dasar seperti mendapat pekerjaan layak yang sesuai dengan Undang-Undang Penyandang Disabilitas tahun 2016.

Kaum Tuli juga masih mengalami stigma yang merajalela di masyarakat. Berangkat dari hal itu, membuat Gunn membulatkan tekad untuk membangun restoran inklusif ini.

Memang, Inklusiv Warung memiliki tantangan tersendiri dalam menyatukan staf Tuli dengan staf dengar. Membuatnya harus terus beradaptasi dengan Bahasa Isyarat.

“Kadang-kadang kita harus mengingatkan para pegawai audiensi untuk aktif menggunakan Bahasa Isyarat Indonesia baik saat berkomunikasi dengan rekan Tuli atau bahkan di antara mereka sendiri,” kata Gunn.

Sesuai dengan namanya, Inklusiv Warung membuat sistem yang inklusif untuk Tuli dengan menyediakan kode QR dengan frasa dasar Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) yang berguna untuk memesan sesuatu atau sekedar mengobrol dengan staf Tuli.

Salah satu staf Tuli yang bekerja di Inklusiv Warung adalah Ade Wirawan. Ade merupakan seorang aktivis Tuli menjadi manajer sumber daya manusia di restoran tersebut. Dilansir dari Coconuts, Ade merasa senang karena Inklusiv Warung menjembatani kesenjangan antara Tuli dan orang dengar.

Meskipun mengakui bahwa butuh banyak penyesuaian yang dilakukan untuk membuat restoran lebih mudah diakses oleh Tuli, Ade mengatakan bahwa Inklusiv Warung adalah tempat yang tepat bagi mereka untuk memperkenalkan Bahasa Isyarat Indonesia kepada khalayak yang lebih luas.

“Suatu kali sekelompok tunarungu dari Prancis berkunjung. Teman-teman Tuli di Bali sangat senang bertemu dengan mereka dan kami memperkenalkan Bahasa Isyarat Indonesia Bali kepada mereka,” kata Ade menggunakan Bahasa Isyarat.

Salah seorang pengunjung restoran juga berpendapat bahwa konsep restoran ini menarik dan membuatnya tertarik pada Bahasa Isyarat.

“Ini konsep yang luar biasa. Sangat mudah untuk memesan makanan, dan saya belajar beberapa Bahasa Isyarat pada saat yang bersamaan. Semua staf sangat penuh perhatian sehingga tidak sulit untuk mendapatkan perhatian mereka, dan penerjemah tersedia jika diperlukan,” ucap Jessica Johnson, asal Irlandia, salah satu pengunjung. (MG/Nadia)

Sumber: Coconuts.co

 
Jangan lupa subscribe, tinggal komentar, dan share. 
KamiBijakID Channel: http://bit.ly/KamiBijakIDChannel   

Follow kami juga di sini: 

 
Terima kasih sudah menonton, Like, Follow, dan subscribe Anda sangat berarti bagi kami untuk menambah semangat membuat konten yang lebih bermanfaat.