BijakFun

Cerita Teman Tuli Yang Kelola Kedai Di Gorontalo

Kisah Yuni, Penyandang Disabilitas Rungu (Tuli) Berjualan dan mengelola kedai Tuli sejak tahun 2023 lalu.

264  views

KamiBijak.com, Hiburan - Hening dan sunyi tidak ada suara meskipun adanya pengunjung di kedai ini, hanya ekspresi dan gerakan tangan yang terlihat menjadi pembeda dengan kedai lainnya. Bertempat di pinggir jalan diatas trotoar, kota Gorontalo. Ia berjualan dengan tempat yang terbilang cukup kecil namun tetap bisa dijadikan tempat untuk menyantap makanan karena tersedia meja dan kursi untuk tamu yang datang. 

Begitulah cerita para penyandang Disabilitas Rungu (Tuli) yang berjualan di pinggir jalan,  salah satunya Yuni (29) adalah seorang pedagang kedai di pinggir jalan yang menggunakan bahasa isyarat dalam cara berkomunikasinya. Yuni, seorang ibu rumah tangga dan pedagang Tuli. Dalam menjalankan usahanya, Yuni tidak sendirian melainkan bersama 1 orang pria bernama Rolan. Yuni berjualan berbagai macam menu dan minuman serta cemilan seperti salah satu menunya Ubi Goreng Dabu Dabu Sambal Roa. Yuni tidak berjualan sendirian, tetapi ada juga di sekelilingnya, setidaknya ada 8 orang yang berjualan berdampingan dengan Yuni yang mengelola 4 gerobak makanan yang tiap gerobaknya diisi oleh 2 orang. Sebagai identitas berjualan terdapat lampu/papan yang bertuliskan “Kedai Tuli” di antara deretan gerobak yang berjualan di sana.

Yuni menjelaskan siapapun bisa mampir berkunjung ke kedai dan tak perlu bingung untuk menyampaikan apa yang diinginkan, cukup angkat tangan untuk memberi isyarat bahwa akan memesan dan menunjuk pesanan pada buku menu karena para penjual akan dengan senang hati memahami apa yang diinginkan pembeli walaupun terkadang agak lama proses pemahamannya. Yuni juga menyampaikan keluh kesahnya berjualan tidak selalu ramai pengunjung ditambah kini memasuki bulan ramadan ia membuka gerobak jualannya ketika sudah sore hari jika di luar bulan ini biasanya yuni membuka kedainya dari pagi sampai malam. “Sekarang penghasilan agak sedikit, tapi tidak apa apa,” ujar Yuni dengan bahasa Isyaratnya. 

Adanya usaha kedai Tuli yang dikelola para penyandang Rungu, merupakan pengembangan ekonomi yang dilakukan Yayasan Putra Mandiri sebagai bentuk contoh untuk mendorong kemandirian dalam berusaha serta memotivasi dan menciptakan lingkungan yang inklusif bagi sesama. (Faridz/MG) 

Sumber: kompas.com

 
Jangan lupa subscribe, tinggal komentar, dan share.
 
Follow kami juga di sini:
 
 
Terima kasih sudah menonton.

Like, Follow, dan subscribe Anda sangat berarti bagi kami untuk menambah semangat membuat konten yang lebih bermanfaat.