BijakFlash

Waspada, Efek Samping Memasang Kawat Gigi / Behel

Efek samping penggunaan kawat gigi atau yang biasa disebut behel yang perlu di waspadai.

164   views

Kamibijak.com, Flash – Masing-masing manusia yang lahir di bumi ini diciptakan oleh Sang Pencipta dengan adil, tidak membeda-bedakan dari segala hal bentuk apapun. Akan tetapi tidak semua orang memiliki senyum yang indah dan mempunyai gigi yang rata. Munculnya rasa kurang percaya diri jika memiliki kondisi gigi yang memiliki celah atau gigi yang gingsul. Sehingga ada alternatif atau prosedur untuk merapikan gigi dengan melalukan perawatan ortodontis.

Ortodonti atau ortondontis sendiri adalah bidang kedokteran gigi yang khusus memperlajari tentang estetikan posisi gigi, rahang, dan wajah. Fokusnya untuk menangani bagaimana memperbaiki posisi gigi, dan memastikan rahangnya sejajar dengan benar agar tidak mengganggu struktur wajah.

Ada kalanya perawatan kawat gigi (behel) harus ditempuh untuk melakukan kemampuan mengunyah dengan nyaman atau mengatasi gigitan yang tidak tepat. Penggunaan kawat gigi saat ini bukan hal yang awam lagi bagi masyarakat, karena ada juga orang-orang yang menggunakan kawat gigi hanya untuk kebutuhan penampilan, atau yang bisa saja disebut mengikuti tren yang ada.

Padahal, memasang behel bisa menyebabkan beberapa efek samping yang mungkin bisa menimbulkan rasa yang tidak nyaman di bagian mulut. Maka dari itu, sebelum melakukan perawatan ortodontis, simak dulu ya efek samping penggunaan behel yang perlu kamu waspadai.

1. Nyeri di Sekitar Mulut
Salah satu efek umum yang muncul saat pemasangan behel pertama kali. Nyeri ini muncul dari tekanan gigi yang mulai mengalami pergerakan akibat pemasangan behel. Jadi, saat kawat terpasang maka ia akan mulai bekerja menarik gigi. Jika posisi gigi berantakan maka bisa jadi akan semakin hebat rasa nyeri yang ditimbulkan.

2. Sariawan
Sariawan, karena kawat gigi (behel) merupakan "benda asing" yang ada di dalam mulut. Jadi mau tak mau mulut si pasien harus beradaptasi dengan kondisi tersebut. Bisa terjadi jika ujung kawat gigi dipotong terlalu panjang, sehingga akan menggores pipi bagian dalam. Bisa juga dari bracket yang dipsang memiliki permukaan yang tajam. Maka sudah tak aneh jika akan muncul banyak sariawan akibat gesekan permukaan bracket dengan mukosa pipi.

3. Perubahan Warna Gigi
Karena jika sudah memasang kawat gigi, kita sendiri akan kewalahan saat ingin membersihkan gigi. Dan alhasil, banyak bekas atau noda makanan yang sulit dibersihkan akibat keberadaan "benda asing" tersebut. Jadi sudah biasa juga jika warna gigi akan berubah menjadi lebih kusam seiring lamanya menjalani perawatan gigi.

4. Gigi Berlubang dan Masalah Lainnya
Kesulitan membersikan sisa-sisa makanan atau noda yang membuatnya tinggal di sela-sela gigi. Zat asam karena bakteri sisa makanan akan terjebak di antara alat ortodotis sehingga bisa menimbulkan terjadinya dekalsifikasi. Jika terjadi secara terus-menerus bisa menyebakan lubang pada gigi. Tapi jangan khawatir, untuk hal ini bisa dicegah dengan rajin membersihkan gigi hingga ke sela-sela dengan menggunakan sikat khusus.

5. Sulit Mengunyah Makanan
Karena adanya behel di dalam mulut, membuat kita merasa tidak nyaman saat mengunyah makanan. Maka tak heran jika awal-awal pemasangan behel kamu hanya bisa makan makanan yang relatif lunak.

6. Memakan Waktu yang Tidak Singkat
Lamanya perawatan ortodontis bervariasi tergantung permasalahan giginya. Ada yang menghabiskan waktu satu tahun, dua tahun, bahkan sampai tiga tahun. Maka dari itu, sebelum melakukan perawatan ortodontis kamu harus siap dengan semua konsekuensinya, mulai dari biaya yang tidak sedikit, menyempatkan banyak waktu, dan harus rajin kontrol sesuai anjuran dokter.

7. Resorpsi Akar Gigi
Salah satu konsekuensi yang muncul ketika kamu melakukan perawatan ortodontis. Jika sebelumnya pernah mengalami penyakit periodontal, kondisi tersebut akan semakin parah karena hal itu melemahkan jaringan penyangga gigi. Biasanya jika pasien yang melakukan perawatan ortodontis lebih dari dua sampai tiga tahun cenderung memiliki resiko yang lebih tinggi mengalami resorpsi akar gigi.  

8. Gigi Bisa Kembali Seperti Semula
Melepas bracket bukan berarti perawatan sudah selesai. Setelah itu, kamu harus memakai retainer untuk dipasang selama setahun usai perawatan. Tujuannya, untuk mencegah gigi kembali ke posisi semula akibat pergerakan gigi.

Jadi itulah beberapa efek samping yang perlu diwaspadai sebelum memutuskan untuk memasang kawat gigi (behel). Saran dari kami tim KamiBijak, jika memang belum terlalu memerlukannya maka ada baiknya ditunda dulu. Karena dengan melakukan perawatan tersebut artinya kamu harus siap menyiapkan waktu untuk rajin kontrol ke dokter untuk mengecek rutin perkembangan perawatannya. (FEB/MG) 

Sumber: https://www.wowkeren.com/berita/tampil/00351383.html
#BijakFlash
#KamiBijakChannel
#GenggamDuniaTanpaSuara

Jangan lupa subscribe, tinggal komentar, dan share. 
KamiBijakID Channel: http://bit.ly/KamiBijakIDChannel 

Follow kami juga di sini: 
Website: http://bit.ly/KamiBijakcom 
Instagram: http://bit.ly/KamiBijakIDInstagram 
Facebook: http://bit.ly/KamiBijakIDFacebook 

Terima kasih sudah menonton, Like, Follow, dan subscribe Anda sangat berarti bagi kami untuk menambah semangat membuat konten yang lebih bermanfaat.

==============
TAG(S): kawat gigi,behel,efek samping kawat gigi,efek samping behel,efek samping memasang kawat gigi,efek samping memasang behel,efek samping memasang behel gigi,efek samping behel gigi murah,efek samping kawat gigi murah,kamibijak,kami bijak