KabarBijak

Simak! Hasil Kaji Cepat Dampak Covid Terhadap Disabilitas di Indonesia

Jaringan Organisasi Penyandang Disabilitas Respon Covid-19 melakukan kaji cepat terkait dampak pandemi terhadap ...

864   views

Kamibijak.com, Infosiana. Pandemi Covid-19 telah berdampak negatif bagi setidaknya 80,9% responden difabel (dari total 1.683 responden dari 216 kota/kabupaten di 32 provinsi) di Indonesia. Fakta ini merupakan salah satu temuan dalam kajian cepat yang dilakukan secara daring oleh Jaringan Organisasi Penyandang Disabilitas Respon Covid-19 pada 10-24 April 2020.

Dari total responden, hanya 60.55% memperoleh informasi yang cukup mengenai Covid-19 dan protokol pencegahannya. Hanya sekitar 30% yang memahami dan mendisiplinkan protokol pencegahan. Sementara, 11.6% responden mempunyai komorbiditas (penyakit penyerta) yang mengakibatkan kerentanan terpapar Covid-19.

Kaji cepat ini juga menemukan dampak ekonomi yang sangat serius. Sekitar 86% responden yang bekerja di sektor informal mengalami pengurangan pendapatan mencapai 50-80% selama pandemi terjadi. Menilik penerimaan jaring pengaman sosial, hanya 35,40% responden mendapatkan subsidi listrik; 5,16% memperoleh subsidi PAM/PDAM; 4,53% yang menerima BLT; 11,36% yang menerima BPNT; dan 13,03% untuk penerimaan PKH.

Partisipasi penyandang disabilitas pada program ketenagakerjaan padat karya hanya mencapai 1,95%. Melihat rendahnya penerimaan program jaring pengaman sosial, bisa dipastikan bahwa ekonomi difabel, terutama sektor informal, membutuhkan perhatian serius dalam pemulihannya. Terlebih hanya kurang dari 5% responden yang berkegiatan ekonomi mempunyai literasi keuangan yang baik dan memiliki uang untuk dicadangkan.

Kaji cepat ini pun menemukan terputusnya difabel terhadap berbagai layanan publik seperti layanan terapi, berbelanja, berkegiatan sosial bahkan hingga di sektor pendidikan. Sekolah luar biasa yang tidak mempunyai cukup sarana untuk melakukan pembelajaran daring maupun jarak jauh meniadakan proses pembelajaran. Akses platform pembelajaran online juga menjadi kendala serius yang ditemukan.

Selain mengidentifikasi dampak Covid-19, kaji cepat ini juga memetakan potensi kontribusi difabel dalam upaya penanganan pandemi Covid-19. Ditemukan sekitar 64% responden yang menyatakan kesediaan untuk berkontribusi dalam penanganan Covid-19 dengan beragam kapasitas dan potensi yang dimiliki. Bahkan, di beberapa daerah, organisasi difabel telah mulai aktif bersama dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 untuk turut mengedukasi masyarakat, serta mendukung data untuk penyaluran bantuan sosial.

“Difabel menjadi masyarakat yang paling rentan di masa pandemi ini, sehingga membutuhkan kebijakan dan penanganan yang inklusif sesuai dengan ragam disabilitasnya,” tutur Jonna Aman Damanik, perwakilan Institut Inklusif Indonesia yang tergabung dalam jaringan.

Staf Ahli Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Vivi Yulaswati mengapresiasi kerja-kerja dari organisasi difabel. Dalam situasi pandemi, hasil asesmen ini sangat penting untuk memastikan seluruh protokol tatanan “normal baru” inklusif dan mudah diakses oleh penyandang disabilitas, agar mereka tetap produktif, berdaya dan aman dari Covid-19.

“Kaji cepat ini telah menghasilkan sejumlah rekomendasi dalam berbagai bidang, khususnya terkait informasi dan edukasi, dampak ekonomi, dampak pendidikan, dampak sosial, serta mitigasi kebencanaan yang harapannya dapat ditindak-lanjuti oleh pemerintah dari tingkat pusat hingga desa, serta pihak-pihak lainnya. Perlu dipastikan agar respon Covid-19 dan pemulihannya, termasuk ‘normal baru’ yang sedang dipersiapkan inklusif bagi difabel.” ujar Joni Yulianto, inisiator jaringan.

Jaringan Organisasi Penyandang Disabilitas Respon Covid-19 terbentuk dari kolaborasi berbagai organisasi penyandang disabilitas di tingkat nasional hingga daerah. Asesmen ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi nyata jaringan organisasi penyandang disabilitas respon Covid untuk mendialogkan aksi dan kebijakan yang penting dilakukan dalam memastikan difabel tidak tertinggal dalam penanganan dan pemulihan dampak Covid-19.

Bappenas bersama Pemerintah Australia mendukung terselenggaranya webinar pemaparan hasil kaji cepat oleh Jaringan pada Selasa, 9 Juni, 10:00 -12:00, sebagai bagian dari upaya memfasilitasi penyampaian temuan kaji cepat dan hasil-hasilnya, agar ditindak lanjuti oleh pemerintah Indonesia.

Sumber: Rilis Media Dampak Pandemi Covid-19 bagi Penyandang Disabilitas dan Mempersiapkan Normal Baru yang Inklusif (Pemaparan Hasil Kaji Cepat)

----

Jangan lupa subscribe, tinggal komentar dan share.
KamiBijakID Channel: http://bit.ly/KamiBijakIDChannel

Follow kami juga di sini:
Website:http://bit.ly/KamiBijakcom
Instagram: http://bit.ly/KamiBijakIDInstagram
Facebook: http://bit.ly/KamiBijakIDFacebook

Terima kasih sudah menonton, Like, Follow dan subscribe Anda sangat berarti bagi kami untuk menambah semangat membuat konten yang lebih bermanfaat.