BijakFun

Seorang Ibu Sukses Antarkan Anaknya yang Disabilitas Kuliah di Harvard

Zou Hongyan, seorang ibu yang sukses mengantarkan anak Disabilitas berkuliah di Harvard.

790  views

Kamibijak.com, Hiburan –  Zou Hongyan seorang ibu tunggal yang membesarkan anaknya sendirian tentu hal itu tidak mudah. Apalagi jika anak buah hati memiliki keterbatasan atau penyakit tertentu yang membutuhkan banyak perhatian dan biaya. Meskipun melakukannya seorang diri tentu saja Zou tetap bisa membesarkan anaknya dengan baik.

Negara asal Zou adalah China, ia telah membesarkan anak tunggalnya sendirian selama tiga puluh tahun terakhir. Walau dibesarkan sendiri, anak lelaki yang bernama Ding Ding tersebut tumbuh menjadi anak yang pintar sehingga ia berhasil kuliah di universitas terkenal yaitu Harvard.

Ketika akan dilahirkan 29 tahun yang lalu, Ding Ding dikatakan sempat tercekik dan tidak bisa bernapas. Hal tersebut membuat Ding Ding menderita cerebral palsy yang membuat dokter mengatakan ia tak pantas diselamatkan karena jika dibiarkan hidup ia akan menjadi disabilitas. Suami Zou Ketika saat itu ia setuju dengan dokter dan berpendapat jika anak tersebut akan membebani mereka seumur hidup. Zou sendiri tidak setuju dengan suami dan dokter, ia ingin tetap membesarkan Ding Ding. Karena hal itu, Zou dan suaminya harus bercerai.

Zou harus menghidupi anaknya sendirian, Zou pun mengambil banyak pekerjaan. Dilansir Straits Times, Zou bekerja penuh waktu di sebuah universitas dan bekerja part time sebagai trainer protokol dan sales asuransi. Saat tidak bekerja, Zou membawa Ding ke pusat rehabilitas agar kondisinya lebih membaik lagi.

Ding tumbuh menjadi anak yang pintar. Ia lulus dari jurusan sains lingkungan di Peking University di tahun 2011. Di tahun yang sama Ding mendaftarkan diri untuk melanjutkan studi di sebuah universitas hukum internasional. Setelah Ding bekerja selama dua tahun, ia pun diterima di Harvard Law School dan mendapatkan beasiswa. 

Ding berkata, “Aku tidak pernah berani bermimpi mendaftar ke Harvard. Ibuku yang tidak pernah berhenti mendukungku untuk mencoba. Kapanpun aku punya keraguan, dia akan membimbingku. Di usia 29, aku masih bergantung pada ibuku. Aku harap aku akan bisa segera lebih sukses dan mandiri jadi ibu bisa mendapat kehidupan yang lebih baik.” (Zevazan/MG)


Sumber: detik.com

 
Jangan lupa subscribe, tinggal komentar, dan share.
KamiBijakID Channel: http://bit.ly/KamiBijakIDChannel
 
Follow kami juga di sini: 
 
 
Terima kasih sudah menonton.
 
Like, Follow, dan subscribe Anda sangat berarti bagi kami untuk menambah semangat membuat konten yang lebih bermanfaat.