BijakFun

Kisah WNI di Taiwan, Negara dengan Penanganan Virus Corona Terbaik

Berbeda dengan negara lainnya, virus Coriona di Taiwan baik masyarakat di sana bisa beraktivitas normal walau dilanda wabah Corona secara global.

1342   views

Kamibijak.com, Hiburan – Taiwan merupakan negara di Asia Timur yang dinilai mampu menangani virus corona dengan cara terbaik sehingga kondisi negara tersebut cukup berbeda dengan negara lain yang memberlakukan lockdown maupun pembatasan seperti di Indonesia dengan PSBB. Virus corona atau COVID-19 adalah virus yang menyebar cepat dan kasus positifnya bertambah setiap hari. Hal ini memaksa berbagai negara untuk mengupayakan cara terbaik dalam mengendalikan virus tersebut seperti melakukan tes cepat (rapid test) sebagai skrining awal penderita Corona hingga mengunci diri (lockdown).

Dari banyak negara, media CNN menyebut bahwa Taiwan paling baik dalam menangani COVID-19 berdasarkan kecepatan dan kesigapannya. Hasilnya, jumlah kasus positif corona di Taiwan hanya kurang dari 400 kasus. Lalu bagaimana kondisi Taiwan saat ini di tengah wabah corona dan apakah benar bahwa negara Taiwan memiliki penanganan terdepan dalam menangani COVID-19? Berikut kisah WNI yang tinggal disana dilansir dari detikcom.

Salah satu WNI bernama Felicia (23) bercerita bahwa dirinya bisa melaksanakan kegiatan sehari-hari dengan normal di Taiwan meskipun sedang dalam wabah corona. Menurutnya, kondisi Taiwan saat ini sudah berangsur normal.

Jika mundur ke belakang, Taiwan telah mengambil sejumlah kebijakan tegas sejak 24 Januari 2020. Selang tiga hari setelah kasus COVID-19 pertama kali terdeteksi dari seorang warga Taiwan yang baru pulang dari Wuhan.

"Yang sudah saya alami sampai saat ini, kita nggak ada work from home, kita benar-benar (beraktivitas) kayak biasa aja. Enggak ada yang namanya jalanan sepi, saya menjalani hari-hari seperti biasa karena dari pemerintah sudah ada transparansi. Jadi segala informasi (mengenai Corona) sudah terlihat jelas, gamblang langsung dari Kementerian Kesehatan di Taiwan," ujar Felicia, WNI yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Taiwan.

"Pertama kali ditemukan virus Corona di Taiwan pada 21 Januari. Pada waktu itu ada salah satu warga negara Taiwan, dia berusia 50 tahun, seorang perempuan, dia kembali dari Wuhan untuk mengajar, tapi untungnya pada waktu itu dia langsung melaporkan bahwa dia tidak enak badan. Jadi, dia langsung lapor ke rumah sakit dan akhirnya ia dirawat secara intensif di rumah sakit tersebut," tambahnya.

Menurut Felicia, Taiwan membuka konferensi pers umum pada 24 Januari untuk mengumumkan bahwa semua produsen dan juga perusahaan masker serta alkohol akan diambil alih oleh pemerintah. Perusahaan-perusahaan itu juga dilarang untuk mengimpor ke negara-negara lain.

Pada saat itu, masyarakat Taiwan dan Felicia sempat mengalami kepanikan karena tidak bisa lagi membeli masker secara bebas. Namun untungnya kondisi itu tidak berangsur lama setelah Pemerintah mengambil alih produksi masker dan menerapkan aturan tertentu. Kebutuhan masker di dalam negeri pun tetap terjaga.

"Masker hanya bisa dibeli di apotek resmi Taiwan, jadi kalau kita punya NHI card atau National Health Insurance gitu, mungkin kalau di Indonesia seperti BPJS ya, jadi kalau kita memiliki kartu tersebut, kita bisa beli masker dan itu pun kita bisa beli dua minggu sekali dan kita hanya dapat 9 pieces (potong) saja," terang Felicia.

Selain tentang masker, Pemerintah Taiwan juga melakukan pencegahan penyebaran virus corona dengan memperpanjang masa libur musim dingin sebagai upaya dalam mengurangi kegiatan sosial di ruang publik. Felicia berkata bahwa pada 2 Februari merupakan hari terakhir libur musim dingin.

Pemerintah sengaja memperpanjang masa libur menjadi 14 hari sebagai upaya mencegah peningkatan penularan virus corona. Tidak lama setelahnya, Taiwan memberlakukan aturan untuk kunjungan wisatawan asing dari China, Hongkong, dan Macau. Wisatawan dari negara-negara tersebut sementara dilarang untuk masuk ke Taiwan sejak awal Februari lalu.

Felicia juga menambahkan Pemeritah Taiwan mengambil kebijakan tegas untuk wisatawan dari berbagai negara sementara waktu dilarang untuk meredam kemungkinan penularan masuknya virus corona dari warga negara lain sejak tanggal 19 Maret lalu. Jika ada Warga Negara Taiwan yang hendak kembali ke negaranya masih diperbolehkan masuk dengan memiliki kartu identitas Taiwan, maupun warga negara asing yang memiliki Alien Resident Card.

Felicia juga mengatakan, di Taiwan, orang-orang mendapatkan pelayanan medis yang maksimal. Mereka juga diimbau untuk melapor ke rumah sakit bila mengalami gejala sakit dan pihak medis sendiri tidak akan menolak yang namanya pasien. Sehingga rumah sakit akan bertanggung jawab dan juga akan merawat secara intensif bahkan ada satu kasus di mana dia memang sakit dan akhirnya dijemput oleh ambulansnya sendiri.


Sumber: https://travel.detik.com/travel-news/d-4978735/cerita-wni-yang-tinggal-di-negara-dengan-penanganan-corona-terbaik?single

#BijakFun
#KamiBijakChannel
#GenggamDuniaTanpaSuara

Jangan lupa subscribe, tinggal komentar dan share.
KamiBijakID Channel: http://bit.ly/KamiBijakIDChannel

Follow kami juga di sini:
Website:http://bit.ly/KamiBijakcom
Instagram: http://bit.ly/KamiBijakIDInstagram
Facebook: http://bit.ly/KamiBijakIDFacebook

Terima kasih sudah menonton, Like, Follow dan subscribe Anda sangat berarti bagi kami untuk menambah semangat membuat konten yang lebih bermanfaat.

==============
Tag: taiwan,wni di taiwan,corona di taiwan,penanganan corona di taiwan,corona di taiwan,virus corona taiwan,penanganan covid 19 di taiwan,negara dengan penanganan corona terbaik,penanganan corona terbaik,kamibijak,kami bijak