BijakFun

Kisah Junaedi yang Berawal dari Pengembala Kambing Hingga Jadi Judoka Berprestasi

Junaedi, Judoka berprestasi yang mengharumkan nama Indonesia

59  views

Kamibijak.com, Hiburan – Junaedi, Judoka Indonesia, gagal menyumbangkan emas pada ASEAN Paragames Solo 2022. Namun begitu, medali perak yang disumbangkan oleh Junaedi tetap spesial karena ia memiliki latar belakang yang khusus, yaitu sebagai kaum disabilitas.

Pada ASEAN Paragames ke-11 ini, Juenadi kalah dari wakil Thailand yang bernama Vitoon Kongsuk. Junaedi sendiri tampil di cabang olahraga judo tunanetra kelas 60kg J1 putra. Namun begitu, Junaedi berhasil menang dan mendapatkan medali perak melawan Vo Thanh Trieu (Vietnam) dan Omas Deterson (Filipina).

Lee Yong II, selaku pelatih kepala judo Indonesia, menjelaskan bahwa Junaedi mengalami cedera lutut pada saat melakoni laga pertama, hal ini yang membuat Junaedi gagal meraih medali emas. Namun, penampilan pertama kalinya di ASEAN Paragames ini tetap memuaskan. 

ASEAN Para Games 2022 - Junaedi Penggembala yang Sukses Persembahkan Emas -  Bolasport.com

"Junaedi ini sebenarnya ranking 11 dunia. Tapi hari ini, dia sakit lutut hingga akhirnya kalah pada laga pertama dan harus puas dengan perak. Setelah ini, dia diproyeksikan untuk tampil di Paralimpiade dan bakal mengikuti 3-4 turnamen internasional agar tetap berada di ranking 12 besar dunia dan lolos otomatis ke Parlimpiade Paris," tutur Lee.

Junaedi sendiri sangat bersyukur sama apa yang sudah diraihnya dan berharap kedepannya bisa memberikan yang terbaik. 

"Saya ucapkan terima kasih kepada semua elemen yang mendukung. Maaf belum memberikan yang terbaik untuk Indonesia, tapi mudah-mudahan saya bisa tampil lebih baik lagi. Saya tetap sangat bangga sekali (dengan pencapaian ini)," tutur Junaedi setelah upacara pengalungan medali di Convention Hall Tirtonadi, Solo.  

Untuk bisa mengikuti ASEAN Paragames 2022 ini, sebelumnya Junaedi sendiri harus menjuarai Porda dan Peparnas 2021 terlebih dahulu. 

Sebelum menjadi seorang judo, Asep, selaku kakak Junaedi menceritakan tentang masa lalu adiknya tersebut. Sebelumnya, Junaedi hanyalah seorang anak petani miskin yang biasa mengembala kambing dan bercocok tanam. Namun, setelah banyaknya motivitasi akhirnya Junaedi bisa mewakili Indonesia. 

"Sebelum jadi atlet, kadang dia itu menggembala kambing dan ikut menyangkul. Tapi, setelah itu saya terus motivasi dia agar jadi orang yang berguna, dan terus mengingatkannya bahwa kita bukan orang punya dan berasal dari keluarga petani kecil," tutur Asep. (MG/Alissa)

Sumber : Press release

 
Jangan lupa subscribe, tinggal komentar, dan share. 
KamiBijakID Channel: http://bit.ly/KamiBijakIDChannel   
 
Follow kami juga di sini: 
 

Terima kasih sudah menonton, Like, Follow, dan subscribe Anda sangat berarti bagi kami untuk menambah semangat membuat konten yang lebih bermanfaat.