BijakFun

Kelly Tandiono Boyong Disabilitas di Acara Jakarta Fashion Week 2023

Kelly Tandiono menebarkan nilai inklusi dalam acara Jakarta Fashion Week 2023.

126  views

Kamibijak.com, Hiburan – Saat ini, dunia fashion Indonesia terlihat lebih inklusif setelah memboyong kaum disabilitas sebagai model, hal ini terjadi salah satunya ketika acara Jakarta Fashion Week 2023. 

Merek fashion Cover Me Not merilis koleksi pakaian renang yang ditampilkan oleh model-model dengan ragam ukuran bentuk tubuh termasuk kaum disabilitas seperti dwarfisme atau kekerdilan. 

Dilansir dari postingan platform disabilitas Koneksi Indonesia Inklusif (Konekin), Cover Me Not membuat koleksi untuk siapapun dengan bentuk tubuh apa pun. Hal ini dilakukan sebagai perayaan akan keragaman bentuk tubuh perempuan. 

Pada kampanye ini, turut menghadirkan aktris sekaligus presenter Nirina Zubir. Ia diberikan kesempatan untuk mendesain baju renang sesuai dengan kreativitasnya. Ia mengunggah foto dirinya mengenakan pakain renang berwarna hijau terang, yang dirancang tertutup dengan lengan panjang dan high neck di bagian leher. Sedangkan pada bagian bawahnya terbuka. 

Pelibatan kaum disabilitas di bidang fashion tidak hanya diupayakan oleh Kelly Tandiono. Pihak pemerintah juga kerap melakukan upaya pemberdayaan masyarakat disabilitas di bidang fashion

Salah satunya, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKopUKM) yang sedang menjalankan upaya peningkatan kualitas dan kompetensi usaha mikro bagi kaum disabilitas. Upaya ini dilakukan untuk mendorong percepatan peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro di bidang fashion

Kita perlu mendorong pelaku usaha mikro untuk meningkatkan kapasitas dan daya saingnya dari hulu ke hilir agar mampu menjaga ketahanan, kemandirian, dan keberlangsungan usahanya dalam situasi disrupsi apapun misalnya globalisasi, digitalisasi, ataupun pandemi COVID-19," ujar Sekretaris Deputi Bidang Usaha Mikro KemenKopUKM Novieta saat acara Pelatihan Vocational Bagi Usaha Mikro di Sektor Fesyen di Kota Tangerang, Senin (24/10) yang dikutip dari keterangan pers.

Novieta juga menjelaskan, kegiatan pelatihan ini merupakan kerjasama antara KemenKopUKM, Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan, serta Yayasan Permata Hatiku. 

Lebih lanjut, Novieta juga menambahkan, Kota Tangerang Selatan mempunyai potensi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bagus. Hal ini bisa dijadikan partisipasi untuk mendukung pergerakan ekonomi Banten. 

"Karena itu kita perlu meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan pelaku usaha di sektor fesyen khususnya bagi penyandang disabilitas di Kota Tangerang," ujar Novieta.

Program pengembangan kapasitas usaha mikro tersebut dilakukan dengan menggunakan pendekatan literasi, pelatihan, dan pendampingan yang sifatnya vokasi dan kompetensi. Sebanyak 30 kaum disabilitas mengikuti pelatihan tersebut, yang sebelumnya sudah diseleksi oleh Yayasan Mata Hatiku sesuai syarat yang berlaku. 

"Dengan pengesahan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas sekaligus menandai perubahan paradigma penyandang disabilitas menjadi tidak lagi dipandang sebagai objek tetapi subjek," ujar Novieta.

Sebab, kaum disabilitas juga memiliki hak untuk mendapatkan perlakukan yang sama, seperti mendapatkan pekerjaan dan pelatihan untuk meningkatkan keahlian. (MG/Alissa)

Sumber : liputan6.com

 
Jangan lupa subscribe, tinggal komentar, dan share. 
KamiBijakID Channel: http://bit.ly/KamiBijakIDChannel   

Follow kami juga di sini: 

 
Terima kasih sudah menonton, Like, Follow, dan subscribe Anda sangat berarti bagi kami untuk menambah semangat membuat konten yang lebih bermanfaat.