KabarBijak

Kaum Disabilitas Yogyakarta Diajak Menjadi Kader Kesehatan Gigi dan Mulut bersama UGM

UGM mengajak siswa kaum disabilitas SLBN 1 Bantul untuk ciptakan kemandirian.

158  views

Kamibijak.com, Infosiana Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Gadjah Mada (UGM) meningkatkan kemampuan siswa berkebutuhan khusus di Yogyakarta, melalui program pengabdian masyarakat dalam hal mencegah penyakit gigi dan mulut. 

"Program ini merupakan langkah konkret dalam usaha peningkatan kesehatan gigi dan mulut sejak dini bagi individu berkebutuhan khusus," ujar Leny Pratiwi Arie Sandy selaku Ketua Pelaksana Program Pengabdian Masyarakat dari FKG UGM.

Program yang diselenggarakan di SLBN 1 Bantul Yogyakarta ini berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2022, dengan tema Pembentukan Kader Kesehatan Gigi dan Mulut “A Hero Triangle” sebagai pelopor Pemberdayaan Guru dan Orangtua Anak Special Needs. 

Lebih lanjut, Leny menuturkan bahwa tujuan dari program ini adalah untuk menciptakan rasa kemandirian bagi SLB dan orangtua dengan menggunakan pendekatan yang inovatif. Nantinya kegiatan ini akan melingkupi beberapa aktivitas dalam empat pekan berupa Dental Health Education (DHE). 

Program ini tentu mengacu pada jumlah kaum disabilitas di Yogyakarta yang tergolong tinggi. Berdasarkan data dari Dinas Sosial DIY pada 2019, penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) kategori anak dengan kedisabilitasan (0-18 tahun) sebanyak 2.075 anak. 

Sebelumnya, Danang Arif Darmawan, S.Sos., M.Si., selaku pemerhati disabilitas sekaligus dosen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) FISIPOL UGM, menuturkan bahwa perlu adanya cara pandang dari masyarakat terkait kaum disabilitas. Masyarakat harus memiliki pengetahuan bahwa disabilitas merupakan suatu keberagaman. 

"Perlu perubahan mindset warga terhadap keberadaan disabilitas. Mainstreaming yang menempatkan disabilitas sebagai bagian dari keberagaman dan warga negara yang kemudian bisa mendukung proses pembangunan di Indonesia,"ujarnya, dikutip dari laman resmi UGM.

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa harus bisa menempatkan disabilitas sebagai warga dengan identitas yang sama. 

Perlu adanya juga aksesibilitas bagi kaum disabilitas, seperti misalnya Kementerian PUPR dalam hal mendukung aksesibilitas ruang publik bagi disabilitas dan Kemendibudristek dengan memberikan sosialisasi kepada semua tingkat Pendidikan terkait keberadaan disabilitas. 

"Sasarannya tidak hanya penyandang disabilitas tapi bagaimana memberikan perubahan mindset warga terhadap keberadaan disabilitas,” ujarnya. (MG/Alissa)

Sumber : liputan6.com

 
Jangan lupa subscribe, tinggal komentar, dan share. 
KamiBijakID Channel: http://bit.ly/KamiBijakIDChannel
 
Follow kami juga di sini: 
 
Terima kasih sudah menonton, Like, Follow, dan subscribe Anda sangat berarti bagi kami untuk menambah semangat membuat konten yang lebih bermanfaat.