KabarBijak

Habaybna Situs Web Bagi Orangtua dari Penyandang Disabilitas

Kekurangan informasi dalam mengasuh anaknya yang memiliki kebutuhan khusus membuat wanita asal Gaza, Palestina ini meluncurkan situs web Habaybna...

565   views

Kamibijak.com,Infosiana - Reem Al  Farangi pernah menjalani masa-masa suram kala menjadi seorang ibu dari dua anak yang menderita autis di daerah konflik. Kekurangan informasi dalam mengasuh anaknya yang memiliki kebutuhan khusus membuat wanita asal Gaza, Palestina ini meluncurkan situs web “Habaybna”.

Reem bersama suaminya baru mengetahui kedua anaknya mengidap sindrom down pada tahun 2009. Kala itu mereka berdua harus mengandalkan sumber literatur bahasa Inggris karena tidak tersedia dalam bahasa arab. Lalu metode yang didapat dari situs web berbahasa inggris itu juga nyatanya tidak cocok diterapkan di lingkungan Arab.

Berangkat dari masalah yang dialaminya, Reem mulai membuat website "Habaybna" yang artinya "Orang yang kita Cintai". Situs website digital berbahasa arab ini diperuntukkan untuk orangtua dari anak-anak penyandang disabilitas.

Sejak tahun 2017, website Habaybna telah memberikan informasi penting seputar pengenalan dan terapi dini, dukungan keuangan, upaya swadaya, peningkatan kesadaran, dan kegiatan sehari-hari terkait anak-anak disabilitas.

Habaybna menyediakan sekitar seribu video pendek dan konten artikel terkait gangguan konsentrasi hingga sindrom down, kesulitan belajar hingga cerebral palsy ( kelumpuhan otak). Situs web ini mencakup spectrum luas menyangkut persoalan disabilitas.

Walau video dan situs ini berbahasa Arab, bagi Anda yang ingin mengakses situs ini dapat mengunjungi situs https://habaybna.net/. Kemudian klik kanan pada laman itu dan anda akan menemukan menu translate atau penerjemahan ke dalam bahasa yang anda inginkan.

Habaybna adalah buah dari kesedihan Reem dan suaminya Mohammed kala mengalami masa-masa kelam yang dilalui keduanya. Ibu dengan dua anak ini tinggal di Gaza, jalur sempit antara Israel, Mesir, dan Mediterania yang menjadi zona konflik antara Israel dan Hamas.

"Dunia tampak seperti terowongan gelap, dan ia tidak bisa keluar dari terowongan. Orang-orang disekitar acuh tak acuh terhadap kondisi anak-anaknya. Taman kanak-kanak menolak menerima bocah-bocah tersebut. Sementara tetangga mengalihkan pandangan mereka dan melarang anak-anak bermain jika ada Aboud dan Amro. Masih ada rasa malu dan stigma terhadap penyandang disabilitas disini (Gaza), bahkan sampai saat ini," kata Reem.

Di Gaza, masih ada juga kasus penyandang disabilitas yang dikurung, tambah Reem. Dalam keputusasaannya, Reem dan suaminya Mohammed akhirnya berhasil pindah ke Amman, ibu kota Yordania untuk mendapatkan perawatan bagi anak-anaknya pada tahun 2011. Perawatan untuk kedua anaknya relatif baik di Yordania, dan banyak orang dari negara-negara Arab lainnya pergi kesana untuk perawatan medis.

Website Haybabna rupanya mendapatkan sambutan positif. Tidak hanya dari orang tua yang terbantu berkat video-video maupun artikel, tetapi juga UNICEF yang tertarik bekerja sama dengan Reem. Kini Reem juga membuka sesi pelatihan untuk perusahaan telekomunikasi Yordanisa yang ingin menyekolahkan karyawannya dalam menangani peyandang disabilitas.

"Saya mendapat banyak umpan balik positif dari orang tua, dari seluruh wilayah," ujar Reem.

Baru-baru ini, katanya seorang ibu dari Mesir menulis kepadanya: putrinya yang berusia tiga tahun menderita kondisi langka yang disebut Sindrom Angelman ( gangguan berupa kondisi hiperaktif dan keterbatasan kognitif). Perempuan ini meminta bantuannya karena ia merasa ditinggalkan. Reem mampu menghubungi ibu itu dan akhirnya mereka bisa saling menguatkan dan bertukar saran.


Sumber : https://www.dw.com/id/habaybna-situs-...

----

haJangan lupa subscribe, tinggal komentar dan share.
KamiBijakID Channel: http://bit.ly/KamiBijakIDChannel

Follow kami juga di sini:
Website:http://bit.ly/KamiBijakcom
Instagram: http://bit.ly/KamiBijakIDInstagram
Facebook: http://bit.ly/KamiBijakIDFacebook

Terima kasih sudah menonton, Like, Follow dan subscribe Anda sangat berarti bagi kami untuk menambah semangat membuat konten yang lebih bermanfaat.