BijakFun

Esme, Bocah Penyandang Cerebral Palsy Berjalan Tanpa Alat Bantuan Demi Balet

Esme menyatakan keinginannya untuk belajar balet tanpa menggunakan alat bantuan dengan melakukan terapi selama setahun dari bantuan donasi

4,239  views

Kamibijak.com, Hiburan – Gadis pemberani yang menyandang cerebral palsy memulai langkah awalnya tanpa menggunakan alat bantuan setelah melalui terapi selama setahun lamanya. Ia bisa mengakses terapi tersebut berkat donasi dari kampanye penggalangan dana.

Gadis pemberani tersebut bernama Esme Kelly, berusia 4 tahun yang lahir secara prematur lima minggu lebih awal. Ia didiagnosis pada usianya satu tahun sebagai anak dengan cerebral palsy diplegia spastik di mana suatu kondisi yang memengaruhi gerakan, koordinasi kaki, dan keseimbangan.

Orangtua dari Esme yaitu Charlotte dan Stephen membuka donasi untuk Esme. Operasi tersebut telah menghabiskan biaya £50,000 (sekitar 935 milyar rupiah). Namun, setelah hampir mencapai target, operasinya sudah tersedia di National Health Service (NHS) sehingga uang tersebut dapat digunakan untuk membayar fisioterapi putri mereka.

Keinginan yang kuat dari gadis kecil ini agar bisa mengikuti balet membuatnya berani untuk menjalani operasi di Bristol Children’s Hospital. Charlotte berkata bahwa setahun yang lalu, Esme sangat lemah setelah operasi, tetapi setelah setahun lamanya ia telah berkembang setelah melakukan semua terapi. Sekarang ia berlatih berjalan lurus tanpa tongkat.

Esme mulai berani mengambil langkah pertamanya tanpa bantuan atau alat dukungan lainya. Ia juga memiliki fisioterapis pribadi dan fisioterapi intens di Wales, Inggris, ia juga menjalani hidroterapi di Thamesdown Hydro Pool.

Esme dapat meraih keinginanya pada dunia balet berkat kumpulan dana dari komunitas yang mendukung keluarga dari Redhouse.  “Kami sangat berterima kasih atas setiap sen yang digalangkan dari orang yang kami kenal dan orang yang tidak kami kenal. Kami tidak akan berada di sini tanpa mereka," kata Charlotte. 

Kini ia akan pergi ke sekolah untuk pertama kalinya pada bulan September di Bridlewood Primary School di Blunsdon. Orangtua Esme mengatakan hal tersebut memiliki dampak besar pada dirinya, terutama pada fisik karena dia akan merasa sangat lelah. Namun, di sisi lain, berada di sekolah lima hari seminggu dengan semua teman sebayanya mungkin akan mendorongnya dan mendukungnya untuk berbuat lebih banyak. (LEAS/MG)

Sumber: https://www.liputan6.com/disabilitas/read/4315905/demi-balet-esme-beranikan-diri-untuk-berjalan-tanpa-penyangga?medium=Headline&campaign=Headline_click_1

----

Jangan lupa subscribe, tinggal komentar dan share.
KamiBijakID Channel: http://bit.ly/KamiBijakIDChannel

Follow kami juga di sini:
Website:http://bit.ly/KamiBijakcom
Instagram: http://bit.ly/KamiBijakIDInstagram
Facebook: http://bit.ly/KamiBijakIDFacebook

Terima kasih sudah menonton, Like, Follow dan subscribe Anda sangat berarti bagi kami untuk menambah semangat membuat konten yang lebih bermanfaat.