BijakFun

Phieter Berkisah Pengalaman Belajar di Amerika

Phieter Angdika, merupakan Disabilitas Tuli yang sedang menempuh pendidikan di Gallaudet University dengan beasiswa WDL.

2,318  views

KamiBijak.com, Hiburan – Menjadi produktif, aktif di berbagai kegiatan sosial, hingga bisa meraih beasiswa luar negeri bukan hal yang mustahil. Phieter Angdika merupakan Disabilitas Tuli yang berhasil mendapatkan beasiswa ke Amerika Serikat (AS)  di Gallaudet University.

Ia mendapatkan beasiswa World Deaf Leaders (WDL) Scholarship, disponsori oleh Nippon Foundation, Tokyo Japan untuk para Disabilitas Tuli di negara-negara berkembang.

“Tahun 2021, saya berhasil dapat beasiswa melalui pendaftaran, sebenarnya prosesnya sangat lama dan ketat diseleksi oleh komite,” ujarnya saat diwawancarai KamiBijak.

Melalui wawancara, Phieter mengungkapkan persaingan beasiswa yang sangat ketat dengan total 3 ribu pendaftar. Perjalanannya untuk menempuh pendidikan di Negeri Paman Sam, harus mempersiapkan banyak hal.

Salah satu hal yang perlu ia siapkan adalah visa dan mental. Menurutnya, ketika meninggalkan negara Indonesia, ia akan merindukan suasana di kampung halamannya tersebut.

Untuk bisa berkuliah di Gallaudet, ia juga harus mahir menggunakan American Sign Language (ASL). Phieter telah mempelajari ASL sejak 2014 melalui buku juga internet.

“Kendala dalam mempelajari ASL adalah ejaan karena mereka berisyarat ejaan terlalu cepat,” ungkapnya. 

Di samping menempuh pendidikannya di Gallaudet University, Phieter juga aktif mengikuti kegiatan sosial dengan teman-teman dan organisasi.

Pasalnya, Phieter sendiri merupakan guru Bahasa Isyarat di Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo), Juru Bahasa Isyarat (JBI) di Pusat Layanan Juru Bahasa Isyarat (PLJ), dan peneliti muda Lembaga Riset Bahasa Isyarat Universitas Indonesia (LRBI UI).

Melalui ceritanya, Phieter banyak bertemu teman di AS yang pernah mengunjungi Indonesia juga bertemu grup Tuli Indonesia. 

Saat di AS, ia menemukan budaya di sana yang berbeda dengan di Indonesia, seperti open minded, bertukar informasi, dan tidak ada senioritas.

Phieter juga merupakan ketua organisasi mahasiswa Muslim di sana, ia mengadakan berbagai kegiatan, seperti saat puasa dan Idul Fitri. Selama berkuliah S-2 di AS juga ia sudah merasakan berpuasa di negeri tersebut yang memiliki durasi puasa yang cukup lama.

Bagi kamu yang ingin berkuliah di luar negeri, jangan patah semangat. Phieter mengungkapkan, bagi teman Disabilitas yang ingin meraih mimpinya harus berani melawan arus negatif di sekitar. (MG/Galuh)

Sumber: Wawancara KamiBijak

 
Jangan lupa subscribe, tinggal komentar, dan share. 
KamiBijakID Channel: http://bit.ly/KamiBijakIDChannel
 
Follow kami juga di sini: 
 
Terima kasih sudah menonton, Like, Follow, dan subscribe Anda sangat berarti bagi kami untuk menambah semangat membuat konten yang lebih bermanfaat.