Perjuangan Kopi Tuli dalam Menjalankan Bisnis di Masa Pandemi COVID-19

Pandemi COVID-19 membuat segala aktivitas berubah. Berikut ini kisah pemilik Kopi Tuli dalam mempertahankan bisnisnya di tengah pandemi

500   views

Kamibijak.com, Bincang Isyarat. Merebaknya wabah virus Corona (Covid-19) memukul telak dunia bisnis dan membawanya ke masa sulit atau resesi. Akibat dari pandemi COVID-19 membuat masyarakat dihimbau untuk tetap melaksanakan berbagai aktivitasnya di rumah dan tidak diperkenankan untuk berpergian jika tidak dibutuhkan.

Banyak sektor usaha yang berkurang pernghasilannya dan banyak karyawan yang dirumahkan. Pengorbanan terpaksa harus dilakukan agar usaha tetap bisa hidup di masa sulit karena wabah yang belum diketahui kapan berakhir.

Hal tersebut juga turut dirasakan usaha yang dijalankan oleh penyandang disabilitas yaitu usaha kopi susu bernama Kopi Tuli. Co-Founder Kopi Tuli, Putri Santoso juga harus merubah cara kerja usahanya dan kegiatan yang biasa dilakukan menjadi secara daring guna mendukung arahan Pemerintah dalam memutus penyebaran virus Corona yang semakin meluas.

Salah satu cara supaya bisnisnya tetap berjalan adalah dengan membuka pemesanan take-away. Pemesanan kopi dilakukan dengan membuat kopi botolan di rumah sehingga bisnis tetap berjalan dan tetap bisa melayani pelanggan yang ingin menikmati kopi dari Kopi Tuli.

“Selama Corona, saya dan teman-teman lebih banyak meeting lewat ZOOM. Juga lewat video call WhatsApp. Jadi, teman-teman KopTul harus tetap bekerja dari rumah. Apa sebab? Sebab ikut peraturan dari pemerintah,” ucapnya saat diwawancarai oleh reporter Kamibijak.com melalui videocall.

“Ya, teman-teman Tuli selama di rumah tetap berkarya, seperti membuat botol. Karena banyak yang pesan kopi botolan.  Jadi, di KopTul tidak boleh ada orang makan dan minum. Karena taat aturan pemerintah. Hanya bisa take away,” tambahnya.

Pemesanan bisa dilakukan melalui layanan pesan antar makanan daring seperti Go-jek, Grab, ataupun Paxel dengan ongkos kirim Rp 20.000 untuk wilayah Tangerang, Bekasi, dan Bogor. Sedangkan untuk di wilayah Jakarta sebesar Rp 13.000.

Dalam menjaga supaya produk tetap higenis, baik dalam proses pembuatan dan pengemasan, tim yang datang dan bekerja di toko harus menggunakan alat kebersihan dan mengikuti peraturan supaya produk tetap dalam keadaan higenis dan steril.

“Pertama harus cuci tangan, kedua pakai masker, ketiga hand sanitizer. Tim harus datang ke toko, sebab ada mesin dan mereka bekerja menggunakan mesin tersebut,” jelasnya.

Supaya bisnis tetap diminati konsumen, Kopi Tuli selalu mengutamakan kualitas rasa. Hal ini agar usaha kopi yang berjalan disukai oleh pelanggan dan banyak yang memesan meskipun masih dalam pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.

“Caranya, solusi adalah jaga rasa. Rasa jangan berubah. Karena rasa itu penting. Kalau rasanya tidak enak, nanti orang tidak mau beli lagi. Atau kapok. Jadi harus betul-betul jaga rasa,” pungkasnya.

Selain membuka usaha dan menjual kopi, Kopi Tuli memiliki kegiatan inspiratif dan mengedukasi masyarakat khususnya kepada teman tuli yaitu dengan menyediakan tempat belajar Bahasa Isyarat dan kegiatan ini sering mengunjungi berbagai tempat-tempat seperti sekolah.

“Oh mau lebih jelas lagi, Kopi Tuli itu bukan buka kelas, tapi sebagai tempat belajar Bahasa isyarat. Belajar dan buka kelas itu berbeda. Kalau kelas isyarat, bisa follow atau hubungi Pusbisindo karena di sana bisa belajar lebih dalam. Kalau di KopTuli, belajar kosakata isyarat supaya teman-teman Dengar tahu cara berkomunikasi dengan teman Tuli. Sebab 1 orang saja dukung itu tidak cukup, harus semua teman Tuli ikut dukung,” jelas Putri.

Meskipun wabah COVID-19 masih terjadi, kegiatan edukatif seperti ini tetap dilakukan meskipun dilakukan dengan cara berbeda yaitu melalui media sosial yang diajarkan melalui siaran langsung. Divakum dulu sebab tidak boleh bertemu dengan banyak orang, harus jaga jarak. Jadi diubah dengan cara Instagram live. Setelah Corona usai, baru datang kunjungan ke sekolah lagi,” pungkasnya.

“Supaya guru tau, oh tenyata komunikasi harus menggunakan bahasa isyarat karena tidak bisa menggunakan verbal (membaca gerak bibir). Untuk sekarang lagi vakum dulu, karena Corona ini tidak memperbolehkan kita bertemu orang lain. Jadi kita ubah program ini dengan instagram live, setelah Corona selesai program Koptul Goes to School kita lanjutkan lagi,” tambahnya.

Selama masa pandemi COVID-19, Kopi Tuli akan tetap membuka usahanya meskipun dengan pemesanan yang hanya bisa dilakukan secara daring. Putri berharap supaya tema tuli yang melakukan karantina di rumah untuk tetap sabar dan lakukan kegiatan yang produktif supaya karantina di rumah tetap bermanfaat dan menghasilkan kemampuan baru yang tentunya berguna.

“Harapannya semoga teman-teman semua tetap terus semangat. Jangan pernah lelah untuk berkarya. Kalau dirumah aja, jangan pernah bosan. Pertama cari ide baru, yang kedua bisa cari cari ilmu melalui online atau sosmed, ketiga bisa olahraga, bisa ekperimen contohnya membuat roti, membuat makanan atau minuman atau bisa juga membuat video, dan lain sebagainya,” tutupnya.

Sumber:
Hasil wawancara Tim Kamibijak.com

----

Jangan lupa subscribe, tinggal komentar dan share.
KamiBijakID Channel: http://bit.ly/KamiBijakIDChannel

Follow kami juga di sini:
Website:http://bit.ly/KamiBijakcom
Instagram: http://bit.ly/KamiBijakIDInstagram
Facebook: http://bit.ly/KamiBijakIDFacebook

Terima kasih sudah menonton, Like, Follow dan subscribe Anda sangat berarti bagi kami untuk menambah semangat membuat konten yang lebih bermanfaat.