KabarBijak

Pasutri Jerman Pekerjakan Penyandang Bisu-Tuli di Toko Roti Mereka

Di China, pasutri warga kenegaraan Jerman, mempekerjakan Penyandang Bisu-Tuli di toko roti mereka.

355   views

KamiBijak.com, Infosiana – Toko roti sudah ada di mana-mana bahkan sejak dahulu, begitu juga di China. Pasutri warga negara Jerman, Uwe dan Dorothee Brutzer, sudah bertahun-tahun menjalankan toko roti ini yang berletak di Changsha. Namun, ada yang berbeda dari toko roti lainnya, mereka mempekerjakan Penyandang disabilitas Bisu dan Tuli.

Uwe Brutzer, yang berusia 51 tahun, sudah membuka toko roti mereka selama sekitar satu dekade. Mereka mempekerjakan dan melatih para penyandang disabilitas bisu dan tuli, agar dapat membuka opsi pekerjaan baru bagi mereka.

Mereka menyadari apa yang akan menjadi tantangan nantinya bagi kelompok penyandang Disabilitas tersebut di pasar tenaga kerja, maka dari tiu mereka membuka toko roti di tahun 2011. 

Sampai saat ini, mereka memiliki enak karyawan bisu-tuli, dan telah melatih 20 orang penyandang bisu-tuli lainnya yang sekarang bekerja di toko roti lainnya. Meski berada di gang yang terpencil, toko roti tersebut menjadi sangat populer. Mereka juga didukung pemerintah daerah serta para pelanggannya, untuk lebih banyak dikenal.

Di awal 2021, Seperti kebanyakan usaha-usaha lain, toko roti mereka juga tak luput terkena dampak pandemi COVID-19, saat itu Uwe menjadi lebih sibuk karena banyak karyawannya yang tidak bisa membaca pelanggan karena mereka menggunakan masker.

Beruntungnya, pemerintah setempat mendukung mereka dan mengirimkan disinfektan serta alkohol di hari pembukaan kembali. Dorothee juga menambahkan, Tiongkok saat ini telah memiliki lebih banyak kebijakan yang bermanfaat bagi penyandang disabilitas.

“Sekarang, subsidi pemerintah telah memungkinkan anak-anak Tuli mendapatkan alat bantu dengar atau implan koklea tepat waktu,” katanya.
Uwe juga melanjutkan bahwa dulu, masih banyak orangtua yang takut dan khawatir anaknya memakai alat bantu dengar karena akan mendapatkan diskriminasi dan stigma.

“Sekarang, banyak orang tua merasa bebas mengajar anak-anak mereka yang mengalami gangguan pendengaran untuk bermain,  memakai alat bantu dengar tidak lagi membuat mereka merasa tidak nyaman atau mengejutkan orang lain,” ujar Uwe. (Joang/MG)


Sumber : https://www.liputan6.com/disabilitas/read/4596038/buka-toko-roti-di-china-pasutri-jerman-pekerjakan-dan-latih-penyandang-bisu-tuli

#KabarBijak
#KamiBijakChannel
#GenggamDuniaTanpaSuara

Jangan lupa subscribe, tinggal komentar, dan share
KamiBijakID Channel: http://bit.ly/KamiBijakIDChannel

Follow kami juga di sini:     
Website: http://bit.ly/KamiBijakcom 
Instagram: http://bit.ly/KamiBijakIDInstagram 
Facebook: http://bit.ly/KamiBijakIDFacebook  

Terima kasih sudah menonton, Like, Follow, dan subscribe Anda sangat berarti bagi kami untuk menambah semangat membuat konten yang lebih bermanfaat.

========================
Tag: penyandang disabilitas,tuli,teman tuli,disabilitas tuli,penyandang disabilitas tuli,bisu,orang bisu,kisah inspiratif,penyandang disabilitas inspiratif,kisah disabilitas inspiratif,media ramah disabilitas,kamibijak,kamibijak.com