KabarBijak

Mengulik Tentang Bahasa Isyarat di Indonesia

Bertepatan dengan Hari Bahasa Isyarat Internasional, Koneksi Indonesia Inklusif menggelar tema Mengulik tentang Bahasa Isyarat.

377   views

Kamibijak.com, Infosiana –  Kebanyakan dari teman-teman Tuli memakai Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Namun, pada saat perayaan Hari Kemerdekaan, yang digunakan adalah Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI). Kok bisa beda isyaratnya? Lalu ada lagi Signalong apakah itu?

Bertepatan dengan Hari Bahasa Isyarat Internasional tanggal 23 September lalu, Koneksi Indonesia Inklusif (Konekin) menggelar #KongkowInklusif ke-21 dengan tema Mengulik tentang Bahasa Isyarat. Pada presentasi tersebut Dosen PLB Universitas Negeri Padang, Dr. Martias Z., M.Pd menyebutkan bahwa Gerakan Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN) memperjuangkan bahasa isyarat yang alami serta sesuai dengan nurani para penyandang disabilitas Tuli di Indonesia. Dikarenakan BISINDO lebih mudah dipahami dibandingkan SIBI.

Ketua Pusbisindo, Laura L.W menyatakan dalam presentasi tersebut bahwa SIBI bukanlah bahasa karena ada kata Sistem Bahasa Isyarat Indonesia. SIBI mengikuti struktur bahasa lisan yang diikuti pendidikan tata bahasa Indonesia. Contohnya, nama panggil yang mempunyai ciri khas dan Tuli dapat menangkapnya dengan gerakan nama panggil yang menjadi salah satu bentuk bahasa isyarat Tuli.

Tata bahasa BISINDO lebih mandiri dan sangat terkait erat lingkungan budaya Tuli karena tumbuh secara alami. Ini berkaitan dengan pentingnya mengajarkan dan mempelajari anak-anak terekspos dengan bahasa isyarat secara alami dari lahir, tapi itu bukan SIBI.

Lalu pada presentasi Kepala PSLD Unesa, Prof. Dr. Budiyanto, M.Pd. menerangkan bahwa Signalong merupakan isyarat berbasis kata kunci. Bukan untuk bahasa komunitas Tuli, melainkan untuk semua orang.

Ini telah berkembang sesuai dengan peradaban manusia saat ini. Nah, itulah basic isyarat sebuah komunikasi natural yang bisa dimiliki siapa saja. Sistem isyarat Signalong ini dapat dibuktikan bahwa menggunakan signalong ada Tuli serta untuk berkebutuhan khusus dapat berkomunikasi dengan baik.

“Jadi, teman-teman semua Signalong Indonesia memang berkembang untuk kebutuhan anak-anak yang bervariasi kondisi ini dikembangkan dari inggris, kita adaptasi di Indonesia sesuai dengan kultur Indonesia. Jadi, konten Signalong Indonesia tidak bisa dikomperkan dengan BISINDO maupun SIBI,” ujar Budi.

Saat ini Signalong fokus untuk kemudahan berkomunikasi dengan siapa saja sehingga tidak hanya untuk teman-teman Tuli. Sudah ada testimoni bahwa anaknya dari lahir sudah didekatkan dengan Signalong lebih berkomunikasi dengan anak daripada SIBI dan BISINDO. Signalong diharapkan tidak menjadi keributan di lingkungan masyarakat.

Dalam perbincangan ini diharapkan kepada teman-teman Tuli muda yang memperjuangkan BISINDO lewat jalur yang sesuai, ketika penelitian di Indonesia sedikit teman-teman Tuli bisa menjadi penelitian tersebut agar semakin dapat memperbaiki dan memperkaya anak-anak Tuli untuk dapat berkembang saat ini. (LEAS/MG)

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=P0N36bE7lpQ
#KabarBijak
#KamiBijakChannel
#GenggamDuniaTanpaSuara

Jangan lupa subscribe, tinggal komentar, dan share.
KamiBijakID Channel: http://bit.ly/KamiBijakIDChannel

Follow kami juga di sini:
Website: http://bit.ly/KamiBijakcom
Instagram: http://bit.ly/KamiBijakIDInstagram
Facebook: http://bit.ly/KamiBijakIDFacebook

Terima kasih sudah menonton, Like, Follow, dan subscribe Anda sangat berarti bagi kami untuk menambah semangat membuat konten yang lebih bermanfaat.

==============
TAG(S): bahasa isyarat indonesia,bisindo,sistem bahasa isyarat indonesia,bahasa isyarat di indonesia,bahasa isyarat internasional,hari bahasa isyarat,hari bahasa isyarat internasional,peringatan hari bahasa isyarat internasional,disabilitas tuli,teman tuli,kamibijak,kami bijak