KabarBijak

Layanan Transportasi dan Kesehatan di Jakarta Masih Belum Ramah Bagi Tuli-Buta

Layanan transportasi dan kesehatan di Jakarta masih belum ramah bagi Tuli-Buta, begini hasil audit dan diskusi.

674  views

KamiBijak.com, Infosiana - Para penyandang disabilitas ganda, seperti Tuli-Buta itu benar nyata berada di tengah-tengah masyarakat. Para Tuli-Buta sungguh mengharapkan bahwa masyarakat dapat belajar berinteraksi dengan mereka, sebab kondisi Tuli-Buta tidak sama persis dengan para disabilitas netra, bahkan juga tidak serupa dengan komunitas Tuli. Kebutuhan dan aksesibilitas para Tuli-Buta memang berbeda.

Tempo hari, beberapa anggota Tuli-Buta dari Yayasan Pelita Indonesia melakukan audit terhadap layanan transportasi umum, seperti Transjakarta dan Kereta Rel Listrik (KRL), serta layanan kesehatan di puskesmas dan RSUD terdekat. Dari hasil audit tersebut, seluruh anggota Pelita berkumpul untuk diskusi bersama dan mendapatkan berbagai masukan yang akan disampaikan kepada pihak pemerintah (Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan, Kementerian Kesehatan, dan Dinas Kesehatan) dan pihak penyedia layanan (halte bis, stasiun kereta, puskesmas, dan rumah sakit). Pelita akan memonitoring agar benar-benar ditindaklanjuti dan dapat diwujudkan dalam tindakan nyata untuk menciptakan layanan yang inklusif dan ramah bagi Tuli-Buta.

Berdasarkan hasil audit, terdapat banyak hal yang ternyata masih belum inklusif bagi Tuli-Buta dalam mengakses layanan transportasi dan kesehatan. Banyak kendala yang Tuli-Buta dapatkan selama mengakses layanan tersebut, misalnya seperti guiding block yang belum lengkap hingga ke tujuannya, informasi selalu melalui audio, ukuran teks kurang besar, petugas yang kurang sigap melayani, banyak undakan tangga di stasiun, adanya celah atau jarak yang besar, hingga informasi minum obat diberi kode secara mandiri.

Maka, besar harapan dari Tuli-Buta, agar ke depannya layanan transportasi dapat menyediakan kontak hotline yang bisa melakukan perjanjian khusus untuk pendampingan dan demikian pula layanan kesehatan nantinya akan lebih akses. Terutama pihak-pihak yang terkait dapat saling berkoordinasi untuk berbenah segala fasilitas dan cara pelayanan yang lebih ramah bagi disabilitas. (Restu) 

Sumber: Liputan per Sabtu 15 Juni 2024.

 
Jangan lupa subscribe, tinggal komentar, dan share.
 
Follow kami juga di sini:
 
 
Terima kasih sudah menonton.

Like, Follow, dan subscribe Anda sangat berarti bagi kami untuk menambah semangat membuat konten yang lebih bermanfaat.