BijakFun

Kisah Persahabatan Sutarno di Final Lempar Cakram ASEAN Para Games

Inilah kisah Persahabatan antara Sutarno dengan Vuong Chau di Final ASEAN Para Games

285  views

KamiBijak.com, Hiburan Melawan satu sama lain belum tentu bermusuhan, namun malah penuh persahabatan. Itulah suasana yang ada dalam final ASEAN Para Games 2022 di cabang olahraga lempar cakram (discus throw) klasifikasi F42, di Stadion Manahan Solo, Rabu sore (3/8/2022) kemarin.

Meski para atlet sedang memperebutkan medali emas, selama pertandingan tidak jarang mereka saling tegur sapa dan bergurau.

Di final tersebut, wakil Indonesia Sutarno dan David Subiyantoro menghadapi Sawai Klangam wakil dari Thailand, Tin Nyo, Aung Tun Lin dari Myanmar, Vuong Chau dari Vietnam, dan Mun Meng dari Kamboja.

Vuong Chau meraut muka tersenyum-senyum jika dicandai Sutarno. Para atlet memang sering berbagi komentar soal lemparan, diselingi tawa kecil. Sehingga suasana terasa cair.

Dilihat aksi Vuong Chau memang kurang meyakinkan. Terlihat biasa saja. Tidak terlihat atletis, seperti para pesaingnya. Namun di lemparan pertama, dia langsung menunjukkan kelasnya. 

Vuong memimpin dengan lemparan sejauh 33.69 meter. Disusul Aung Tun Lin dengan 32.86 meter, dan Sutarno di posisi ketiga dengan 32.38 meter.

Vuong Chau makin panas di lemparan ketiga. Lemparannya mencapai 34.69 meter, dan mengokohkan posisinya, sebagai pemimpin peringkat. 

Di lemparan kelima, Sutarno yang semula hanya bertengger di posisi lima merangsek ke posisi dua dengan lemparan 33.40 meter.

"Masih ada satu lagi. Mudah-mudahan yang ke-enam (lebih baik)," kata Sutarno. 

Tetapi perjuangannya di kesempatan ke-enam tidak memperbaiki peringkatnya untuk menggeser Vuong Chau. Catatan lemparannya 33.07 meter. 

Setelah melihat ke papan angka, ia menghampiri Vuong dan memberikan kode dengan tangan bahwa persaingan sudah selesai. Sutarno pun memberikan tos tinju kepada Vuong Chau. 

Di lemparan ke enam Vuong Chau hanya mencatat 33.40 meter, dan sampai semua atlet menyelesaikan lemparannya, tidak ada lagi yang bisa menggesernya dari posisi nomor satu. 

"Ya memang rejekinya. Dia (Vuong Chau) ini juara dari dulu. Sudah enam kali ketemu, saya beda koma terus sama dia," ujar Sutarno usai bertanding.

Duel ini menempatkan Vuong Chau meraih emas, Sutarno sebagai peraih perak dan Aung Tun Lin perunggu.  (MG/Dicky)

Sumber: Press Release

 
Jangan lupa subscribe, tinggal komentar, dan share. 
KamiBijakID Channel: http://bit.ly/KamiBijakIDChannel   
 

Terima kasih sudah menonton. Like, Follow, dan subscribe Anda sangat berarti bagi kami untuk menambah semangat membuat konten yang lebih bermanfaat.