BijakFun

Kisah Perempuan Albinisme Asal China yang Dibuang saat Bayi

Perempuan asal China yang dibuang saat bayi, dan kini menjadi model Vogue.

279   views

Kamibijak.com, Hiburan - Xueli Abbing, perempuan asal China yang dibuang saat bayi oleh kedua orang tuanya di depan panti asuhan. Karena di China menganggap Albinisme sebagai kutukan oleh sebagian kalangan.

Kurangnya pigmen dan kondisi genetika yang langka membuat Xueli sangat sensitif terhadap sinar matahari.

Namun, meskipun kulit dan rambutnya yang pucat, kini membawa Xueli menjajaki karir sebagai model. Di usia 16 tahun, ia telah menghiasi sampul majalah Vogue dan memamerkan karya desainer ternama.

Nama Xueli sendiri merupakan nama yang diberikan dari pegawai panti asuhan, yang artinya ‘Salju Cantik’.

“Saya diadopsi ketika berumur tiga tahun. Sejak saat itu saya tinggal bersama ibu angkat dan saudara perempuan angkat di Belanda,” kata Xueli.

Kebijakan pemerintah China yang menerapkan sebuah keluarga hanya diijinkan memiliki satu anak. Ia menganggap bahwa orang tuanya tidak beruntung melahirkan seorang anak yang mengalami Albinisme seperti dia.

“Saya beruntung karena saya hanya dibuang orang tua saya,” ujarnya.

Tidak sengaja terjun ke dunia model di usia 11 tahun, awalnya ikut berpartisipasi dengan peragaan busana seorang Desainer di Hong Kong. Setelah acara tersebut, banyak tawaran yang masuk.

Mulai dari diundang ke beberapa sesi pemotretan, salah satunya untuk fotografer asal Inggris, Brock Elbank. Lalu agensi model Zebedee Talent menghubungi dan bertanya apakah saya ingin bergabung dengan mereka dalam misi membuat para penyandang Disabilitas terwakili di industri fesyen.

“Dalam modeling, penampilan yang berbeda adalah berkah, bukan kutukan. Ini menjadi peluang saya untuk meningkatkan kesadaran publik tentang albinisme,” kata Xueli

Tetapi ada hal yang membuatnya sedih, seperti model dengan albinisme sering mendapat stereotip dalam pemotretan. Mereka ditampilkan untuk menggambarkan malaikat atau hantu.

Ia memanfaatkan modeling untuk berbicara tentang albinisme kepada khalayak luas.

“Saya ingin berkata bahwa ini adalah kelainan genetik, bukan kutukan. Anda perlu melihat apa yang sudah terjadi dan memahami mengapa itu berlangsung. Tapi bukan berarti Anda harus menerimanya,” ujarnya.

Baginya, ia tidak akan menerima bahwa anak-anak dibunuh karena albinisme. (FEB/MG)

Sumber: https://www.bbc.com/indonesia/majalah-56943353
#BijakFun
#KamiBijakChannel
#GenggamDuniaTanpaSuara
 


Jangan lupa subscribe, tinggal komentar, dan share.
KamiBijakID Channel: http://bit.ly/KamiBijakIDChannel


Follow kami juga di sini:
Website: http://bit.ly/KamiBijakcom
Instagram: http://bit.ly/KamiBijakIDInstagram
Facebook: http://bit.ly/KamiBijakIDFacebook


Terima kasih sudah menonton, Like, Follow, dan subscribe Anda sangat berarti bagi kami untuk menambah semangat membuat konten yang lebih bermanfaat.
==============
TAG(S):