BijakFun

Kisah Faisal Rusdi, Seniman Disabilitas Asal Bandung yang Menginspirasi

Seniman disabilitas cerebral palsy ini berhasil mengadakan pameran di Australia.

1,310  views

Kamibijak.com, Hiburan – Faisal Rusdi, seorang seniman disabilitas cerebral palsy yang berusia 48 tahun ini, menunjukkan bahwa kecacatan fisik bukanlah penghalang untuk menghasilkan karya seni yang indah dan menginspirasi. Faisal melukis dengan mulut dan mengungkapkan pemikirannya melalui kata-kata yang lugas, terutama dalam hal memperjuangkan hak-hak kaum disabilitas.

Faisal juga menyadarkan kita bahwa semua fasilitas publik yang dirancang untuk memfasilitasi orang-orang disabilitas akan bermanfaat bagi semua orang.

Faisal lahir di Bandung, Jawa Barat sebagai anak sulung dari lima bersaudara. Ayahnya adalah seorang pedagang alat tulis dan perlengkapan kantor, sehingga Faisal senang menggambar dan menulis sejak kecil.

Namun, kondisi cerebral palsy mengganggu pertumbuhan tonus otot lengan tangan dan kaki Faisal, membuat gerakannya terbatas. Faisal harus menggunakan kursi roda yang digerakkan oleh orang lain, kecuali jika kursi roda tersebut otomatis. Dia hanya bisa menggunakan jari telunjuk tangan kirinya untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan atau menyikat gigi, serta mengoperasikan telepon seluler.

Sejak usia lima tahun, Faisal telah menjalani berbagai terapi di Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) di Bandung. Baru di usia sembilan tahun, ia memulai pendidikan dasar di sekolah YPAC Bandung. Faisal mengungkapkan bahwa orang tuanya sangat berusaha untuk memberikan yang terbaik untuknya melalui terapi yang berbeda.

Faisal tumbuh besar di kawasan Dipati Ukur, dekat kampus Universitas Padjadjaran di Bandung. Sejak kecil, ia telah mengalami gangguan tonus otot lengan tangan dan kaki, sehingga gerakannya sangat terbatas. Ia harus menggunakan kursi roda yang digerakkan oleh orang lain, kecuali dengan kursi roda otomatis. Namun, karunia ini tidak menghalangi Faisal untuk menunjukkan kemampuannya dalam seni rupa. Ia bahkan dapat mengoperasikan ponsel hanya dengan menggunakan jari telunjuk kirinya.

Setelah menyelesaikan jenjang sekolah dasar selama empat tahun antara 1983 hingga 1987, Faisal melanjutkan ke tingkat kejuruan pertama YPAC setara SMP. Namun, ia tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya, sehingga para pendidiknya menyarankannya untuk mengambil les di luar lembaga itu. Setelah bertanya kepada ayahnya, Faisal memutuskan untuk belajar menggambar di Sanggar Rangga Gempol asuhan seniman Barli Sasmitawinata.

Faisal belajar di sanggar itu sampai tahun 1993, sebelum akhirnya pindah ke Museum Barli. Di sana, ia mengembangkan kemampuannya dalam seni lukis dan mendapatkan pengakuan dari Barli sendiri. 

Setelah belajar selama dua tahun di Museum Barli, Faisal bergabung dengan Asosiasi Seniman Lukis Mulut dan Kaki pada tahun 2002. Karya lukisannya dipamerkan di beberapa negara, termasuk Singapura, Jepang, Myanmar, Australia, dan beberapa kota di Indonesia.

Faisal juga merupakan pendiri Bandung Independent Living Center (BILiC), lembaga yang didirikan pada tahun 2003 untuk mendorong kemandirian dan mengadvokasi isu disabilitas serta aksesibilitas kaum disabilitas lewat jalur seni.

Faisal menikahi Cucu Saidah pada tahun 1998 dan mendampingi istrinya menyelesaikan studi S2 selama 16 bulan di Adelaide, Australia, pada 2016-2017. Di sana, Faisal merasakan fasilitas umum yang ramah disabilitas yang mengoptimalkan peran kaum disabilitas di tengah masyarakat.

Faisal juga berhasil mengadakan pameran tunggal di Adelaide pada akhir 2017 dengan 21 lukisan, termasuk 19 lukisan yang dibuat di Adelaide. Karena fasilitas yang ramah disabilitas di Adelaide, Faisal dapat mengikuti klub olahraga.

Saat ini, Faisal dan komunitasnya terus menggencarkan kampanye kota yang ramah disabilitas dan Faisal terus melukis sebagai seorang seniman lukis mulut yang inspiratif. (MG/Disha)

Sumber: kompas.id

 
Jangan lupa subscribe, tinggal komentar, dan share. 
KamiBijakID Channel: http://bit.ly/KamiBijakIDChannel    

Follow kami juga di sini: 

 
Terima kasih sudah menonton, Like, Follow, dan subscribe Anda sangat berarti bagi kami untuk menambah semangat membuat konten yang lebih bermanfaat.