KabarBijak

Hadirnya Aplikasi Digital Screen Reader yang Dibuat untuk Kegiatan Perbankan Disabilitas

Aplikasi digital screen reader yang dibuat oleh Suarise Indonesia untuk mempermudah kegiatan perbankan teman disabilitas.

893   views

Kamibijak.com, Infosiana – Suarise Indonesia merupakan sebuah lembaga independen yang berkolaborasi dengan desainer SomiaCX untuk membuat sebuah digital untuk mempermudah para tunanetra agar mampu bekerja mandiri di perusahaan.

Layanan aplikasi digital yang menawarkan kepraktisan ini diharapkan mampu dirasakan oleh seluruh umat manusia, termasuk penyandang disabilitas.

“Aksesibilitas itu nggak hanya cuma disabilitas saja, tapi juga untuk semua jenis disabilitas,” kata Pendiri sekaligus Konsultan Aksesibilitas, Rahmaut dikutip dari lama YouTube Suarise ID, ditulis Minggu (14/2/2021).

Menurut Rahmaut, penggunaan aplikasi digital perbankan yang digabungkan dengan aplikasi digital screen reader ini dapat memberikan layanan sesuai kebutuhan.

Akan tetapi, beberapa para pengguna tidak sepenuhnya merasakan kemudahan yang diharapkan. Terdapat beberapa kendala teknis yang masih memerlukan banyak perbaikan. Salah satu kendala yang ditemui seperti tidak ada label yang mampu dideteksi oleh screen reader, maka dari itu para penyandang disabilitas kesulitan untuk mengakses dan tidak merasakan kemudahan dari aplikasi tersebut.

“Label ini menjadi penting pada aplikasi digital screen reader, sebab apabila sebuah tombol tidak berlabel contohnya seperti tombol like maka screen reader tidak mampu mendeteksinya,” kata Rahmaut ketika menunjukan kendala penggunaan screen reader pada salah satu aplikasi digital perbankan pada audiens.

“Terdapat beberapa tombol-tombol penting dalam aplikasi digital yang tidak memiliki label untuk dideteksi oleh screen reader. Tidak hanya pada tombol penting saja, masalah juga muncul pada Banner penawaran yang tidak mampu dideteksi. Sehingga penyandang disabilitas pengguna layanan ini tidak sepenuhnya memahami layanan digital perbankan yang digunakannya,” ungkapnya.

 “Tombol love itu nggak ada labelnya, ini penting karena nanti si screen reader-nya hanya akan menyebutkan kata-kata button, button, atau tombol, tombol, tombol, tanpa tahu apa isinya. Banner yang berisikan penawaran benefit juga ngga kebaca karena nggak ada labelnya,” ungkapnya.

Harapan kemudahan melalui aplikasi digital yang seharusnya mampu memudahkan bagi para penyandang disabilitas justru malah mempersulit penggunanya.

Pasha, seorang UX Designer Bank BRI yang membantu Bank BRI merealisasikan produk layanan jasanya dengan menghadirkan digital signature. Ia mengatakan bahwa kekurangan yang saat ini banyak ditemui pada layanan aplikasi digital perbakan disebabkan oleh kemampuan teknologi yang belum mampu meng-cover seluruh pelayanan dengan baik. Sehingga belum sepenuhnya ramah terhadap penyandang disabilitas. Selain itu bermunculan oknum-oknum nakal yang cerdik mengelabui sistem yang telah dibuat.

“Ketika pelaksaannya banyak ditemui pengguna nakal yang memanipulasi foto untuk discan pada digital signature, celah-celah ini yang menyulitkan pihak Bank untuk membaca data. Selain itu juga, kebimbangan untuk mengembangkan layanan ini muncul karena faktor kemampuan device yang digunakan oleh penggunanya juga mempengaruhi,” tutupnya. 

Sumber: https://www.liputan6.com/disabilitas/read/4481203/aplikasi-digital-screen-reader-hadir-untuk-mempermudah-kegiatan-perbankan-disabilitas 

#KabarBijak
#KamiBijakChannel
#GenggamDuniaTanpaSuara

Jangan lupa subscribe, tinggal komentar, dan share. 
KamiBijakID Channel: http://bit.ly/KamiBijakIDChannel 

Follow kami juga di sini: 
Website: http://bit.ly/KamiBijakcom 
Instagram: http://bit.ly/KamiBijakIDInstagram 
Facebook: http://bit.ly/KamiBijakIDFacebook 

Terima kasih sudah menonton, Like, Follow, dan subscribe Anda sangat berarti bagi kami untuk menambah semangat membuat konten yang lebih bermanfaat.

==============
TAG(S):