KabarBijak

Gubernur Bali Lawan WNA Nakal dengan Mencabut Visa on Arrival

WNA Rusia yang ingin berkunjung ke Bali dilarang menyewa motor.

1,115  views

Kamibijak.com, Infosiana – Gubernur Bali, I Wayan Koster, melakukan tindakan untuk mengurangi tingkah laku tidak senonoh wisatawan atau turis asing di Pulau Dewata, setelah beberapa kejadian tidak menyenangkan terjadi baru-baru ini. 

Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa pemerintahannya akan menindak tegas Warga Negara Asing atau turis yang melakukan tindakan ilegal seperti bekerja secara ilegal di Bali, bukan hanya karena kasus tersebut menjadi viral di media sosial.

"Saya ingin memberikan catatan, saya bertindak bukan karena ada viral mohon maaf. Tidak ada pengaruh dari viral itu, sesuatu ini, kita sudah lakukan sejak Covid-19 dulu," jelas Koster saat konferensi pers, di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali, Minggu (12/03/23) lalu.

"Tapi, untuk membuka ini tidak bisa buru-buru. Saya memastikan ini dan sudah kita tangani sejak berbulan-bulan yang lalu. Tapi cara kita kerja, kita tidak bisa buka di media sosial. Karena ada yang harus kita jaga dan sudah memastikan semuanya dilakukan dengan pelanggaran dengan bukti yang kuat dan baru kita bertindak. Ini, baru tindakan yang pertama dan berikutnya akan menyusul lagi," imbuhnya.

Ia menekankan bahwa penindakan terhadap Warga Negara Asing (WNA) atau turis yang melanggar hukum di Bali tidak dilakukan karena viral di media sosial, tetapi merupakan program yang sedang dilaksanakan bersama-sama dengan instansi lain, seperti Pemerintah Daerah, Kapolda, dan Pemerintah Pusat, khususnya Kanwil Kemenkumham. 

Ia menjelaskan bahwa penindakan tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban dan keamanan di Pulau Dewata.

Koster juga mengusulkan kepada Pemerintah Pusat untuk mencabut visa on arrival (VoA) bagi warga negara Rusia dan Ukraina yang ingin berkunjung ke Bali. Koster menyatakan bahwa kebijakan ini penting mengingat adanya laporan mengenai pelanggaran yang dilakukan oleh warga negara dari kedua negara tersebut yang menggunakan kedok kunjungan wisata. 

Selain itu, situasi negara yang sedang berkonflik membuat banyak warga dari Rusia dan Ukraina ingin mencari kenyamanan di Bali. Menurut Koster, tidak hanya para wisatawan, tetapi juga orang yang tidak berwisata dan bahkan mencari pekerjaan, datang ke Bali untuk mencari kenyamanan. 

Gubernur Bali telah mengirim surat kepada Menteri Hukum dan HAM dengan tembusan kepada Menteri Luar Negeri untuk meminta pencabutan visa on arrival bagi warga Rusia dan Ukraina yang ingin berkunjung ke Bali. (MG/Disha)

Sumber: cnnindonesia.com
 
 
Jangan lupa subscribe, tinggal komentar, dan share. 
KamiBijakID Channel: http://bit.ly/KamiBijakIDChannel    
 
Follow kami juga di sini: 
 
Terima kasih sudah menonton, Like, Follow, dan subscribe Anda sangat berarti bagi kami untuk menambah semangat membuat konten yang lebih bermanfaat.