BijakFlash

Cerita Dibalik Munculnya Tiga 'Kerajaan' Baru yang Viral di Indonesia

masyarakat Indonesia digegerkan dengan munculnya tiga kelompok yang tiba-tiba saja muncul kerajaan baru lengkap dengan narasi cerita yang umum...

1159   views

Kamibijak.com, Flash. Belum lama ini masyarakat Indonesia digegerkan dengan munculnya tiga kelompok yang mengklaim diri memiliki bentuk negara atau kerajaan baru. Kelompok-kelompok tersebut tiba-tiba saja muncul lengkap dengan narasi cerita yang tak umum. Banyak yang menilainya sebagai halusinasi.

'Kerajaan' baru tersebut yang pertama adalah Keraton Agung Sejagat asal Purworejo, Jawa Tengah. Kerajaan abal-abal ini dipimpin oleh Toto Santoso sebagai raja.

Keraton tersebut menjadi viral setelah mereka mengundang awak media untuk mempublikasikan deklarasi pendirian keraton. Toto mengaku mendapatkan wangsit untuk menduduki jabatan raja, sejak 8 Desember 2018, serta mendirikan keraton.

Kirab dalam rangka deklarasi Keraton Agung Sejagat disaksikan warga sekitar dan berlangsung cukup meriah pada awal Januari 2020 lalu. Ada banyak kejanggalan, kasus ini pun digarap kepolisian.

Belakangan diketahui Toto sang raja memiliki profesi sebagai penjual makanan angkringan. Dana untuk membentuk kelompok Keraton Agung Sejagat berasal dari iuran pendaftaran calon anggota yang nantinya akan menjadi pejabat dalam kelompok. Sang raja juga mengaku sudah memiliki sekitar 425 pengikut.

Untuk menjadi pengikut, calon anggota diharuskan membayar tiket masuk sebesar Rp 3 juta hingga Rp 30 juta. Besaran tiket masuk yang diberikan anggota ternyata berpengaruh pada jenis jabatan di kerajaan tersebut.

Negara atau kerajaan abal-abal kedua adalah Sunda Empire yang kini masih jadi sorotan publik. Kelompok yang tidak terdaftar sebagai organisasi asal Bandung ini berdiri sejak 2017.

Rangga Sasana, salah satu pimpinan Sunda Empire mengaku memiliki jabatan Sekretaris Jenderal De Heren XVII. Ia mengklaim Sunda Empire memiliki pemerintahan bernama De Heren XVII, lahir setelah perang dunia kedua berakhir.

Pria yang belakangan diketahui bernama asli Edi Raharjo ini menghubungkan kelahiran Sunda Empire dengan peristiwa penjatuhan bom atom oleh Amerika Serikat di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang pada Agustus 1945. Kelompok ini sempat membuat geger dunia jagat maya melalui unggahan statusnya.

Meskipun sudah berdiri sejak lama, Kepala Kesbangpol Kota Bandung Ferdi Ligaswara menjelaskan bahwa Sunda Empire tidak terdaftar sebagai mitra kerja dari pemerintah Kota Bandung.

Kelompok terakhir yang baru-baru ini heboh adalah Negara Rakyat Nusantara yang cukup ramai di jagat twitter lewat akun @UjangBustomi. Akun tersebut membagikan video berdurasi 2 menit lebih yang memperlihatkan seorang pria sedang berbicara dalam suatu forum.

Diketahui pria bernama Yudi Syamhudi Suyuti di video yang sempat viral itu mengklaim dirinya sebagai Presiden Negara Rakyat Nusantara. “Kondisi NKRI sudah membusuk, dengan kondisi itu mau tidak mau dengan pikiran yang jernih dan hati yang besar kita harus merelakan membubarkan NKRI,” ujar Yudi.

Dilansir dari kompas.tv, Pengamat Sosial Universitas Indonesia, Devie Rahmawati, mengatakan munculnya fenomena kelompok fiktif ini memang bisa disebabkan oleh kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah. "Ternyata ini ada kaitannya dengan kekecewaan terhadap pemerintah atau otoritas tertinggi di negara tersebut," ucap Devie.

Sumber:

https://surabaya.tribunnews.com/2020/...

https://manado.tribunnews.com/2020/01...

https://www.kompas.tv/article/63465/s...

-----

Jangan lupa subscribe, tinggal komentar dan share.
KamiBijakID Channel: http://bit.ly/KamiBijakIDChannel

Follow kami juga di sini:
Website:http://bit.ly/KamiBijakcom
Instagram: http://bit.ly/KamiBijakIDInstagram
Facebook: http://bit.ly/KamiBijakIDFacebook

Terima kasih sudah menonton, Like, Follow dan subscribe Anda sangat berarti bagi kami untuk menambah semangat membuat konten yang lebih bermanfaat.