KabarBijak

Bertemu Mensos Risma, Teman Disabilitas Netra Wyata Guna Bandung Curhat Soal Asrama

Difabel netra asrama menyampaikan masalah kepada Mensos Risma di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Wyata Guna Bandung

235   views

Kamibijak.com, Infosiana – Teman-teman Disabilitas netra menyatakan ingin tinggal di asrama sampai sekolah dan kuliahnya selesai. Persoalannya, ketika status panti berubah menjadi balai, maka asrama hanya diperuntukan untuk siswa difabel netra yang mengikuti pelatihan keterampilan kerja.

Sudarsono sebagai Kepala Balai Wyata Guna mengatakan, Mensos Risma datang dalam acara keliling ke kantor-kantor Kementerian Sosial di Bandung. Ia mengenalkan pelatihan difabel netra untuk menjadi barista atau peracik minuman kopi.

"Mensos Risma ikut mencicipi kopi di kafe barista sambil menyemangati anak-anak" kata Sudarsono, Jumat 19 Maret 2021.

Meskipun pertemuan itu berlangsung singkat. Para penghuni asrama juga bertemu dengan Mensos Risma.

"Mereka menyampaikan surat kepada menteri," kata Sudarsono.

Baik perwakilan mahasiswa dan pelajar difabel netra dari Forum Akademisi Luar Biasa meminta agar Mensos Risma memperhatikan keberlanjutan pendidikan untuk teman-teman Disabilitas netra setelah perubahan status panti menjadi balai.

Peraturan Menteri Sosial Nomor 18 Tahun 2018, perubahan status lembaga dari panti menjadi balai membuat penghuni asrama tidak berhak lagi untuk tinggal di sana. Karena, asrama hanya diperuntukan bagi peserta pelatihan keterampilan kerja.

Sedangkan, pada tahun 2019, petugas balai pernah meminta penghuni panti untuk keluar dari asrama.

"Bu Risma, kami ingin adik-adik saya bisa sekolah dan kuliah sampai beres dengan tenang," ujar Sofwan, perwakilan Forum Akademisi Luar Biasa.

Harapan mereka, pemerintah menyediakan asrama untuk difabel netra yang mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu agar memudahkan untuk studi di Bandung.

Sofwan juga meminta peserta rehabilitasi sosial yang mengikuti pelatihan, seperti pijat shiatsu dan lain-lain bisa tinggal di sana selama dua tahun, bukan hanya enam bulan.

Menurut Forum Akademisi Luar Biasa, Risma menanggapi permintaan itu. Menurutnya, dalam Peraturan Menteri Sosial terbaru, masa belajar atau pelatihan yang semula enam bulan diganti menjadi berkelanjutan. Sedangkan, masa belajar yang belum selesai bisa diperpanjang. (FEB/MG)

Sumber: https://difabel.tempo.co/read/1443750/mensos-risma-ke-bandung-disabilitas-netra-wyata-guna-curhat-soal-asrama/full&view=ok
#KabarBijak
#KamiBijakChannel
#GenggamDuniaTanpaSuara

Jangan lupa subscribe, tinggal komentar, dan share. 
KamiBijakID Channel: http://bit.ly/KamiBijakIDChannel 

Follow kami juga di sini: 
Website: http://bit.ly/KamiBijakcom 
Instagram: http://bit.ly/KamiBijakIDInstagram 
Facebook: http://bit.ly/KamiBijakIDFacebook 

Terima kasih sudah menonton, Like, Follow, dan subscribe Anda sangat berarti bagi kami untuk menambah semangat membuat konten yang lebih bermanfaat.

==============
TAG(S): mensos risma,teman disabilitas,wyata guna bandung,balai wyata guna bandung,balai rehabilitasi wyata guna bandung,balai rehabilitasi sosial penyandang disabilitas sensorik netra wyata guna bandung,risma trismaharini mensos,disabilitas,media disabilitas,kamibijak,kami bijak