BijakFun

Women’s March Jakarta 2021: Hadir Mewarnai Gerakan Perempuan di Indonesia

Women’s March Jakarta 2021, aksi kolektif yang dilakukan unjuk rasa untuk memenuhi tuntutan-tuntutan.

196   views

Kamibijak.com, Hiburan – Women’s March Jakarta 2021, yang merupakan aksi kolektif yang dilakukan untuk unjuk rasa dalam beberapa tuntutan, diantaranya; kekerasan berbasis gender, lingkungan dan krisis iklim, pendidikan, hukum, kebijakan, HAM, kesehatan, ketenagakerjaan, dan solidiritas global.

Dalam #PuanDanKawanMelawan yang merupakan simbol perlawanan di tengah pandemic Covid-19, yang fokusnya terhadap perempuan dan minoritas yang mengalami peningkatan kerentanan berlapis. Meskipun Women’s March Jakarta dipusatkan dalam ruang virtual, unjuk rasa langsung ada tapi terbatas.

Aksi online pada Sabtu (24/4) ini diharapkan dihadiri kurang lebih oleh 1500 orang dari berbagai kalangan, dan mampu memberikan orasi dari berbagai aktivis kemanusiaan, pembacaan tuntutan, dan sebagainya melalui Zoom Meeting / YouTube Jakarta Feminist.

Sedangkan aksi offline yang diselenggarakan dari tanggal 21-24 April 2021, unjuk rasa dengan mengunggah foto bersama poster atau spanduk di lokasi tertentu dan menandai akun @womensmarchjkt serta menggunakan #PuanDanKawanMelawan.

Menurut Dr. Sandra Suryadana sebagai Pendiri Dokter Tanpa Stigma, mengatakan dengan di masa pandemi ini beban ganda perempuan bertambah parah; salah satunya karena kehilangan lapangan pekerjaan. Risiko paparan COVID-19 tinggi karena perempuan butuh mencari nafkah tambahan di keluarga. Sehingga kesehatan mental dan seksual-reproduksi dianggap non-esensial, yang membuat akses kurang baik.

Ia berharap kepada pemerintah untuk ditambahkannya tenaga ahli sehingga akses layanan kesehatan bisa merata. Terutama pada pasien teman Disabilitas, ODHIV, sering sekali mendapatkan diskriminasi akses dan stigma dari tenaga medis. Dan bisa membangun kurikulum khusus berperspektif gender dan HAM untuk tenaga medis.

Sedangkan harapan dari Mahdalena sebagai perwakilan Federasi PEKKA (Perempuan Kepala Keluarga), Pemerintah perlu memperhatikan kepala keluarga untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga, terlebih lagi jika perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga kehilangan pekerjaan dan penghasilannya.

Dan Siti Husna SH sebagai Staf Divisi Pelayanan Hukum Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan mengharapkan kepada pemerintah untuk mengutamakan bagi pendamping korban kekerasan, dan juga bisa cepat mengesahkan RUU P-KS, Perlindungan PRT; perlindungan KBGO secara komprehensif beserta mekanisme penanganan.

“Cabut hukum dan RUU yang menindas perempuan dan kelompok rentan, salah satunya RUU Ketahanan Keluarga,” tambah Siti Husna melalui Zoom Meeting (19/4)

Mewakilkan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia, Syiffa Anisa mengharapkan bahwa kelompok Difabel harus mendapatkan perhatian khusus bagi masyarakat. Regulasi darurat masa pandemi untuk pendidikan inklusif dan pekerja difabel, dan juga regulasi akomodatif bagi kelompok difabel (perempuan) untuk pendidikan, pekerjaan, sistem dukungan.

Sedangkan menurut Nadine sebagai figur publik dan aktivis di industri Film mulai mengbrol soal pengalaman masing-masing mengenai pola pelecehan seksual. Secara organik, movement semakin besar dan didukung karena isu pelecehan sudah lama; berangkat dari #MeToo, penentangan mulai terjadi. 

Underground warning system antar pemain sebagai wujud pengamanan kolektif. Dan juga sistem yang seharusnya melindungi para pelaku, kadang melapor malah memojokkan korban.

Ia berharap semua perempuan bisa saling menguatkan untuk mengangkat isu yang sama, dan berani untuk speak up. Karena pelecehan seksual di ruang kerja bukan urusan pribadi, melainkan professional.

“Meski gerakan berjalan organik sendiri, tetap butuh dukungan pemerintah untuk #SahkanRUUPKS untuk ruang kerja aman dan bebas kekerasan seksual,” ujar Nadine Alexandra saat Konferensi Pers melalui daring via Zoom (19/4).

Jadi, disini perlunya mitigasi Pemerintah untuk risiko pandemi kepada perempuan dan kelompok minoritas. Dan teman-teman di luar sana yang tak bisa terjun langsung kedalam acara ini jangan khawatir, kalian bisa mendukung melalui penggalangan dana WMJ2021 dengan membeli cinderamata (stok terbatas) melalui akun Instagram @lapakfeminisjkt. (FEB/MG)

Sumber: Konferensi Pers daring Senin 19 April 2021 pukul 10.00 WIB
#BijakFun
#KamiBijakChannel
#GenggamDuniaTanpaSuara

Jangan lupa subscribe, tinggal komentar, dan share.
KamiBijakID Channel: http://bit.ly/KamiBijakIDChannel 

Follow kami juga di sini:
Website: http://bit.ly/KamiBijakcom
Instagram: http://bit.ly/KamiBijakIDInstagram
Facebook: http://bit.ly/KamiBijakIDFacebook 

Terima kasih sudah menonton, Like, Follow, dan subscribe Anda sangat berarti bagi kami untuk menambah semangat membuat konten yang lebih bermanfaat.

==============
TAG(S):