Lewati Iklan malesbanget.com

TNI Kirim 24 Drone, KPK Lantik Pejabat Baru, Hingga KPAI Himbau Anak di Riau Belajar Online

TNI Kirim 24 Drone untuk Pantau Kebakaran Hutan Riau

259   views

KamiBijak.com, Infosiana. Berikut 3 berita terbaru yang KamiBijak sajikan pertanggal 11 September 2019

TNI Kirim 24 Drone untuk Pantau Kebakaran Hutan Riau

TNI akan mengerahkan drone untuk memantau kebakaran hutan dan lahan di Riau. Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa drone tersebut akan diterbangkan selama 24 jam untuk mengamati api yang membakar lahan dan hutan tersebut. Ia berkata bahwa terkadang api padam saat siang, namun kembali menyala pada saat malam. Selain itu, TNI juga akan mengirim eskavator dan pompa air beserta selangnya. Langkah ini diputuskan oleh Hadi setelah menganalisa dan mengevaluasi lokasi pemadaman di Riau. Kondisi Riau hingga hari Minggu (15/9/2019) kemarin dikabarkan masih mengalami kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan tersebut. Selain itu, jarak pandang di Riau hanya satu kilometer saja.

Pimpinan KPK Lantik Dua Pejabat Baru Pimpinan KPK dijadwalkan melantik dua pejabat baru pada Senin (16/9/2019) pagi. Febri Diansyah, Juru Bicara KPK menyatakan bahwa dua pejabat tersebut akan mengisi posisi sebagai Sekretaris Jenderal KPK dan Direktur Penuntutan. Tidak ada informasi tentang siapa yang akan mengisi dua jabatan tersebut, namun ia memastikan pengisian kedua jabatan tersebut telah melalui proses seleksi yang cukup panjang dan rumit. Hasil seleksi tersebut akan disampaikan kepada Presiden untuk dipilih dan dilantik nantinya. Diharapkan bahwa dengan adanya pemilihan ini, KPK menjadi lebih kuat dalam menjalankan tugas dan amanat UU Nomor 30 Tahun 2002.

KPAI Himbau Anak-anak Untuk Belajar Online Berhubungan dengan adanya bencana kabut asap di Riau, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong agar seluruh sekolah yang terdampak kabut asap menyiapkan strategi agar seluruh muridnya tetap melalukan aktivitas belajar. Komisioner KPAI, Retno Listyarti menyarankan salah satu strategi pembelajaran melalui internet atau secara online atau menggunakan aplikasi pembelajaran lainnya agar seluruh murid di wilayah bencacna asap masih dapat mengikuti pembelajaran tanpa harus keluar rumah. Retno juga mencontohkan bahwa wali kelas dapat membentuk kelompok belajar, dan tugas-tugas dapat dikirimkan melalui grup aplikasi pesan. Selain itu, pemberian tugags juga dapat dikirim melalui surat elektronik, sehingga proses pembelajaran tidak berhenti begitu saja. Ini disarankan karena meskipun adanya bencana kabut asap tebal ini, masih ada anak-anak yang beraktivitas di sekolah, namun mereka menggunakan masker. Retno berpendapat bahwa partisipasi sekolah diperlukan untuk memastikan bahwa aktivitas di luar ruangan diminimalkan selama kabut asap masih berlangsung.