BijakFlash

Kisah Andrea: Pernah Ditolak Sekolah Keperawatan, Kini Jadi Perawat Disabilitas Pertama

Andrea Dalzell merupakan orang pertama dengan profesi sebagai perawat yang memiliki Disabilitas.

854   views

Kamibijak.com, Flash – Andrea Dalzell BSN, RN. Adalah seorang wanita pantang menyerah yang berhasil menjalani pendidikan hingga saat ini menjadi disabilitas pertama yang menjadi perawat. 

Umumnya, kesempurnaan fisik menjadi prasyarat seseorang untuk bisa menjadi perawat dan melindungi banyak orang. Karena hal ini pula, Andrea Dalzell pernah mengalami pengalaman yang pahit. Ia sempat ditolak dan dikeluarkan dari sekolah keperawatan karena seorang profesor yang ragu bahwa Andrea bisa menjalani profesinya sebagai perawat jika sudah lulus. 

Andrea didiagnosis mengidap Transverse Myelitis yaitu kelainan neurologis yang merusak mielin pelindung saraf tulang belakang. Pada usia 12 tahun, ia tidak lagi bisa berjalan sehingga harus menggunakan kursi roda untuk kebutuhan mobilitasnya. 

Cita-citanya waktu kecil bukan menjadi perawat, melainkan pengacara. Waktu kecil ia berpikir jika menjadi pengacara maka ia akan menuntut dokter atas semua rasa sakit yang mereka berikan padanya. 

Saat masuk SMA, Andrea mulai berpikir ingin menjadi dokter dan mencari cara menyembuhkan rasa sakit dan menjadi tenaga medis profesional terbaik bagi mereka yang menggunakan kursi roda. 

Perjuangan Andrea menjadi perawat tak lepas dari tantangan. Sejak masuk sekolah keperawatan, ia sudah menjalani perjuangan yang berat. 

Untuk bisa masuk, Andrea harus memiliki nilai yang bagus. Bahkan setelah berhasil lulus, di hari pertamanya menjalani orientasi, ia dikeluarkan dari kelas karena profesornya sendiri tidak yakin bagaimana Andrea bisa menjadi perawat. 

Andrea sudah menyadari bahwa untuk bisa bergabung dalam ruang lingkup perawat, profesi yang mengharuskan seseorang memiliki fisik kuat untuk melakukan CPR. Sehingga ia berlatih boxing untuk membangun kekuatan dan staminanya untuk kompresi dada.

Ia merupakan orang pertama di keperawatan yang memiliki Disabilitas, sehingga ia menyadari pentingnya komunikasi. Ia sering berbicara dengan profesor untuk mengatur situasi yang cocok baginya di lapangan, sehingga ia bisa mendapatkan pengalaman pelatihan yang sama yang didapatkan rekan sejawatnya. 

Dengan bekal ilmu dan pengalamannya, saat kondisi pandemi COVID-19 Andrea sudah melakukan tindakan pencegahan. Misalnya rutin membersihkan kursi rodanya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. 

Ia mengatakan bahwa orang-orang dengan semua jenis Disabilitas memiliki tempat dan pantas dihargai karena kecemerlangan yang mereka bawa ke setiap sisi. 

"Pandanglah rintangan sebagai tantangan untuk berubah bagi orang lain, bicaralah. Jangan biarkan batasan masyarakat tentang Anda menghentikan Anda dari memiliki nilai atau suara untuk membuat perubahan terjadi. Perubahan hanya terjadi saat seseorang berani untuk berbicara" tutup Andrea. (LEAS/MG)

Sumber: https://www.liputan6.com/disabilitas/read/4324274/sempat-ditolak-sekolah-keperawatan-kini-andrea-dikenal-sebagai-perawat-disabilitas-pertama 

----

Jangan lupa subscribe, tinggal komentar dan share.
KamiBijakID Channel: http://bit.ly/KamiBijakIDChannel

Follow kami juga di sini:
Website:http://bit.ly/KamiBijakcom
Instagram: http://bit.ly/KamiBijakIDInstagram
Facebook: http://bit.ly/KamiBijakIDFacebook

Terima kasih sudah menonton, Like, Follow dan subscribe Anda sangat berarti bagi kami untuk menambah semangat membuat konten yang lebih bermanfaat.UUkOXthOtMw