Lewati Iklan malesbanget.com

FaceApp Haram Di Mesir, 7 Bocah Patungan Beli Sapi, Hingga Caleg Meninggal Jadi Caleg Terpilih

FaceApp Haram di Mesir Setelah Amerika Serikat, Polandia, hingga Lithuania, Arab Saudi kini juga mengkhawatirkan potensi penyalahgunaan data pribadi di aplikasi FaceApp.

63   views

KamiBijak.com, Infosiana. Berikut 3 berita terbaru yang KamiBijak sajikan pertanggal 23 Juli 2019

FaceApp Haram di Mesir

Setelah Amerika Serikat, Polandia, hingga Lithuania, Arab Saudi kini juga mengkhawatirkan potensi penyalahgunaan data pribadi di aplikasi FaceApp. Aplikasi itu kini tengah diselidiki terkait privasi, lantaran diduga kurang bertanggung jawab atas data pribadi penggunanya. Selain itu aplikasi FaceApp juga mendapat ‘peringatan’ dari beberapa wilayah di Timur Tengah seperti Mesir dan Arab Saudi. Di Mesir, muncul pernyataan bahwa aplikasi FaceApp haram karena mengubah ciptaan Tuhan. Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknolog...

7 Bocah Asal Bogor Patungan Beli Sapi Kurban

Viral kisah 7 bocah asal Bogor yang patungan uang untuk membeli sapi kurban. Mereka adalah Abu Bakar (13) siswa kelas 3 SMP, Zhilal (11) siswa kelas 5 SD, Sauqi (11) siswa kelas 6 SD, Fauzan (11) siswa kelas 6 SD, Sukatma (12) siswa kelas 1 SMP, Zalfa (12) siswa kelas 1 SMP, dan Yudi (18) yang baru saja lulus SMA. Mereka menabung selama 10 bulan demi melancarkan niat membeli sapi seharga 19,5 juta rupiah. Iki sapaan Abu Bakar dan keenam temannya bersiap melunasi uang pembayaran sapi mereka yang kurang sekitar 3 juta rupiah. Uang itu nantinya akan dibayar dengan uang tabungan mereka. Baca informasi selengkapnya melalui sumber: https://www.tribunnews.com/regional/2...

Caleg Meninggal Masih Ditetapkan Jadi Caleg Terpilih

Seorang calon legislatif dari Partai Golkan, Sri Umami ditetapkan sebagai caleg terpilih pada acara “Rapat Pleno terbuka Penetapan Perolehan Suara Partai Politik dan Caleg Legislatif Pemilu 2019” yang telah dilaksanakan pada Senin (22/3) malam. Ia terpilih dengan perolehan suara terbanyak yakni 7.306 suara, namun sayangnya yang bersangkutan telah meninggal dunia. KPU mengatakan bahwa penetapan hasil suara dan perolehan suara terpilih, makan parpol harus mengirimkan surat penggantian calon terpilih apabila ada salah satu caleg yang meninggal dunia. "Jika ada informasi terkait calon terpilih yang meninggal dunia, maka kami akan melakukan klarifikasi pada parpol. Akan tetapi hingga acara penetapan caleg terpilih, belum ada surat masuk (pengurus Golkar) terkait pergantian calon terpilih." katanya Tofan selaku Ketua KPU Kabupaten Batang. Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional...