BijakFun

Cerita Perjuangan Silfi dan Kegigihannya Iim Dobrak Batas Disabilitas

Silfi seorang anak yang usianya masih berumur 4 tahun, Silfi tumbuh dengan fisik yang berbeda dibanding anak seumurannya

87  views

KamiBijak.com, Hiburan – Kaki kiri Silfi, telat tumbuh secara ekstrem. Sehingga kini memiliki ukuran jauh lebih pendek sekitar 20 sentimeter daripada kaki kanannya.

Penyandang Disabilitas Lebih Rentan pada Masa Pandemi

Walau begitu, Silfi tetap tumbuh begitu aktif bergerak sana-sini sebagaimana anak sebayanya tumbuh. Anak perempuan dari seorang ibu bernama Iim ini tak begitu kesulitan beradaptasi dengan lingkungannya, bahkan tak nampak ada rasa minder saat bertemu orang lain meski dalam kondisi tersebut.

Ibu Silfi, Iim memang mendorong anak perempuannya itu untuk berkembang sebagaimana anak lainnya.

Iim ingin mendorong Silfi agar percaya diri dengan kondisinya dan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.

"Kalau kendala ngurusin dia, nggak ada yah. Soalnya saya udah membiasakan dia kayak anak normal aja. Dibiasain sama saya memang sengaja biar dia bisa mandiri," kata Iim saat berbincang dengan detikJabar belum lama ini.

Iim bercerita, anak perempuannya sudah mengalami kelainan ukuran kaki yang berbeda semenjak ia dilahirkan. 

Saat itu, kaki kiri Silfi memiliki ukuran lebih pendek 5 centimeter dengan kaki kanannya. Meski ada kelainan, Iim tetap memberikan kasih sayang yang penuh kepada anak keduanya itu.

"Kelainannya udah dari lahir, jadi si perkembangan si tulangnya tuh telat yang sebelah. Yang satu normal, perkembangannya bagus, tiap bulan tumbuh, tapi kalau yang satu lagi tuh pertumbuhannya telat banget," ungkapnya.

Iim tinggal di daerah Cigadung Wetan, Kota Bandung. Ia dikaruniai 3 anak dan sehari-hari menjadi ibu rumah tangga. Sementara suaminya, bekerja sebagai buruh harian lepas.

Karena sudah membiasakan Silfi seperti anak normal, anak kedua Iim itu sudah tak kaku lagi melakukan aktivitas seperti teman-teman sebayanya. 

Mulai dari bermain dengan teman seumurannya, naik turun tangga, hingga berjalan cukup jauh tanpa harus mengandalkan bantuan orang lain.

Iim juga bersyukur keluarga dan lingkungan sekitarnya turut memberikan dukungan untuk pertumbuhan Silfi. 

Iim mengaku tak pernah mendapatkan tindakan tak menyenangkan dari tetangga, maupun perilaku bully dari teman sebaya Silfi yang notabene merupakan anak di bawah umur.

"Saya nggak pernah melarang karena takut minder atau apa, justru saya tuh mendorong dia punya percaya diri dengan diri dia yang berkekurangan gini. Lingkungannya juga mendukung, di rumah, di luar, di sekolahan pada mendukung semuanya. Kadang temen sebayanya ada yang suka bertanya, kenapa kakinya begitu, sakit atau apa, dia cuma bilang iyah kaki teteh sakit, udah gitu aja," tuturnya.

Usai berbincang dengan Iim, Silfi yang dari tadi sibuk bermain sendiri lalu datang menghampiri ibunya. DetikJabar sempat mengobrol singkat dengan anak berusia 4 tahun tersebut. Lalu dengan polosnya, Silfi punya cita-cita jika sudah dewasa nanti ia ingin menjadi seorang dokter supaya bisa membantu orang lain.

"Cita-citanya pengen jadi dokter," ucap Silfi singkat sekaligus mengakhir perbincangan tersebut. (MG/Dicky)

Sumber: detik.com

 
Jangan lupa subscribe, tinggal komentar, dan share. 
KamiBijakID Channel: http://bit.ly/KamiBijakIDChannel   
 
 
 
Terima kasih sudah menonton. Like, Follow, dan subscribe Anda sangat berarti bagi kami untuk menambah semangat membuat konten yang lebih bermanfaat.